Pages

Wednesday, November 28, 2018

Darmin: Perbaiki CAD Perlu Waktu Lama

INILAHCOM, Jakarta - Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang semakin melebar diamini tak bisa diatasi dalam waktu dekat.

Begitu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

"Jadi memang defisit transkasi berjalan itu tidak mudah merubah dalam jangka pendek," kata Darmin disela-sela acara Pertamina Energy Forum (PEF) 2018 di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Namun begitu, dia mengklaim pemerintah tidak tinggal diam melihat CAD yang kian melebar. Pemerintah pun mengeluarkan beberapa jurusnya. Anatara lain adalah kebijakan pencampuran 20% minyak sawit ke solar alias B20.

"Mislanya pemerintah bikin B20 itu dampaknya inmediate, langsung. Itu pasti langsung," ujar Darmin.

Kemudian, lanjut Darmin, Kementerian Keuangan mengeluarkan aturan terkait pengurangan impor dan menaikan tingkat kandungan dalam negeri dalam negeri (TKDN) di berbagai sektor.

"Peraturan impor dampak bisa langsung tapi kalo menaikkan ekspor atau impor secara besar itu pelru investasi dulu. investasi dulu urus izin saja uda pelru waktu," kata dia.

Kemudian, pemerintah saat ini, kata dia, juga membangun persepsi dan sentimen positif para investor. Dari market yang itu akan terwujud dalam capital outflow dan capital inflow.

"Nah itu sebabnya awal bulan ini, BI menaikkan suku bunga. Kemudian pemerintah keluarkan paket dalam jangka menengahnya transksi berjalan juga akan dipengaruhi tapi dalam jangka pendek itu sentimen yang mau dipengaruhi," kata dia.

Diketahui, Bank Indonesia (BI) merilis data defisit transaksi berjalan kuartal III 2018 tercatat US$ 8,8 miliar atau 3,37% dari produk domestik bruto (PDB). Meningkatnya defisit ini disebut sejalan dengan menguatnya permintaan domestik. [jin]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2P6SEII

No comments:

Post a Comment