
INILAHCOM, Washington - Presiden Donald Trump pada hari Senin (26/11/2018) waktu AS memperingatkan bahwa perjanjian yang memungkinkan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa dapat membahayakan kesepakatan perdagangan AS-Inggris untuk masa mendatang.
Komentarnya datang pada saat Perdana Menteri Inggris, Theresa May segera mencari untuk menggalang cukup banyak anggota parlemen untuk mendukung kembali kesepakatan Brexit yang diusulkan untuk mendapatkannya melalui Parlemen dalam waktu dua pekan. Tugas yang menakutkan mengingat kritik luas yang diterimanya.
Meskipun demikian, May telah berulang kali menegaskan ketentuan di mana Inggris akan meninggalkan blok pada akhir Maret tahun depan memberikan untuk semua orang Inggris.
Ketika ditanya tentang perjanjian antara Westminster dan 27 kepala negara Uni Eropa lainnya pada hari Senin, Trump menjawab: "Kedengarannya sangat penting bagi UE."
"Saya pikir kita harus melihat dengan serius apakah atau tidak orang Inggris diperbolehkan berdagang karena sekarang jika Anda melihat kesepakatan, mereka mungkin tidak dapat berdagang dengan kami," kata Trump kepada wartawan di luar Gedung Putih.
"Dan itu tidak akan menjadi hal yang baik. Saya tidak berpikir mereka bermaksud begitu," tambahnya seperti mengutip cnbc.com.
Sebagai tanggapan, Downing Street mengatakan "sangat jelas" Inggris akan berada dalam posisi untuk menandatangani kesepakatan perdagangan dengan negara-negara di seluruh dunia usai Brexit.
Presiden AS tampaknya menyarankan kesepakatan saat ini berpotensi meninggalkan Inggris tidak dapat menegosiasikan perjanjian perdagangan bebas dengan ekonomi terbesar di dunia setelah drama Brexit berakhir. Trump tidak menyebutkan ketentuan perjanjian mana yang ia khawatirkan.
Komentar itu mendorong sterling jatuh terhadap dolar AS dan euro Selasa pagi. Melawan greenback, mata uang AS tergelincir lebih dari 0,5 persen menjadi $ 1,2734, jatuh ke level terendah dalam hampir dua minggu. Ini juga merosot sekitar 0,3 persen terhadap euro yang relatif lemah menjadi 88,65 pence.
Berdasarkan kesepakatan dengan para pemimpin Uni Eropa pada hari Minggu, Inggris akan menceraikan blok itu dengan hubungan perdagangan yang erat. Tetapi parlemen Inggris yang sangat terpecah berarti May dibiarkan menghadapi perjuangan berat untuk mendapatkan persetujuan yang disetujui pada 11 Desember.
Menanggapi Trump, juru bicara pemerintah Inggris mengatakan kepada CNBC Selasa: "Deklarasi politik yang kami sepakati dengan Uni Eropa sangat jelas. Kami akan memiliki kebijakan perdagangan independen sehingga Inggris dapat menandatangani kesepakatan perdagangan dengan negara-negara di seluruh dunia, termasuk dengan Amerika Serikat"
"Kami telah meletakkan landasan untuk perjanjian ambisius dengan AS melalui kelompok kerja bersama kami, yang telah bertemu lima kali sejauh ini. Perwakilan Dagang AS juga mengeluarkan seruan untuk pandangan dari publik tentang perdagangan bebas Inggris-AS masa depan kesepakatan awal bulan ini," tambah mereka.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2KC8Pgm
No comments:
Post a Comment