
INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian mengatakan, penyesuaian harga BBM non subsidi dan Premium hanya pencitraan saja. Pasalnya hal ini susah dipisakan dengan tahun politik.
Sebab, kata dia, mustinya penyesuaian harga sudah dilakukan sejak tiga bulan lalu. Yakni pada saat awal minyak mentah dunia mulai turun sampai saat ini.
"Iya dong (ada kaitan dengan politik, red). Karena itulah pencitraan. Seakan-akan turun padahal itu mekanisme pasar dan harganya termasuk kategori tinggi," kata Ramson, Jakarta, Rabu (13/2/2019).
Apalagi, lanjut dia, penyesuaian harga ini pemerintah ikut mengumunkan. Padahal, kata dia, biasanya harga BBM naik atau turun cukup dari pihak Pertamina yang mengumumkan.
"Soal harga Pertamax, itu kan bukan urusan pemerintah. Diserahkan ke mekanisme pasar dan itu harganya cukup tinggi. Tapi kok tiba-tiba pemerintah ikut mengumumkan. Jadi ini pencintraan. Padahal biasanya kalau naik diam-diam saja. Pertamina yang umumkan di SPBU masing-masing," kata dia.
Adapun diketahui Pertamina melakukan penyesuaian harga BBM pada 10 Februari 2019. Kebijakan penyesuaian harga menyusul tren menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dollar Amerika. Selain itu, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli masyarakat.
Berikut penyesuaian harga yang dilakukan beberapa waktu lalu:
1. Pertamax Turbo disesuaikan dari Rp12.000 menjadi Rp11.200 per liter
2. Pertamax disesuaikan dari Rp10.200 menjadi Rp9.850 per liter
3. Dexlite disesuaikan dari Rp10.300 menjadi Rp10.200 per liter
4. Dex disesuaikan dari Rp11.750 menjadi Rp11.700 per liter
5. Pertalite tetap Rp7.650 per liter
Selain itu, Pertamina juga melakukan penyelerasan harga Premium (JBKP di wilayah Jawa, Madura, dan Bali) menjadi Rp6.450 per liter sehingga sama dengan harga di luar Jawa, Madura, Bali.
Semua harga BBM ini juga sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM Jenis Bahan Bakar Minyak Umum sebesar minimal 5% dan maksimal 10% dari harga dasar.[jat]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GBZxB8
No comments:
Post a Comment