
INILAHCOM, Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas eksplorasi untuk penambahan sumber daya di luar area yang telah memperoleh ljin Eksploitasi selama kurun Oktober 2018-Maret 2019.
Menurut Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman, dalam keterbukaan informasi perseroan yang dilansir Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (3/9/2018)
PTBA menyatakan tidak melakukan aktivitas eksplorasi pada periode Oktober 2018-Maret 2019."Kami menyatakan bahwa sampai enam bulan ke depan, yaitu sampai Maret 2019 tidak melakukan aktivitas eksplorasi untuk penambahan sumber daya di luar area yang telah memperoleh izin eksplorasi," kata Suherman.
Dia menyebutkan, pernyataan PTBA tersebut merujuk pada Peraturan BEI No. I-E tentang Kewajiban Penyampaian Informasi yang diatur dalam ketentuan III.3.1 dan III.3.2 serta serta mengacu pada surat BEI tertanggal 6 September 2005 perihal Penyampaian Laporan Bulanan Aktivitas Eksplorasi Emiten Pertambangan Non-oil dan Gas.
Berdasarkan laporan resmi perseroan, pada Semester I-2018 PTBA mampu mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 49% (year-on-year). Sementara itu, volume produksi dan penjualan pada Semester I-2018 masing-masing meningkat 19 persen dan 8% (yoy).
"Hal ini dapat dicapai PTBA dengan menerapkan strategi usaha yang efektif serta melakukan efisiensi di semua lini. Perseroan mampu mempertahankan serta meningkatkan profitabilitas dan likuiditas," katanya.
Pada paruh pertama 2018, PTBA mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp10,53 triliun atau atau meningkat 17%. Pendapatan dari penjualan batubara ekspor diperoleh dari negara tujuan utama, China, India, Thailand, Hong Kong dan Kamboja.
"Optimasi penjualan ekspor batubara kalori medium to low, serta peningkatan produksi masih menjadi bagian dari strategi perseroan dalam memanfaatkan pergerakan indeks harga batubara dunia yang terus menunjukkan kenaikan," katanya.
Selama Semester I-2018, terdapat peningkatan volume penjualan batubara sebesar 8% (yoy), yaitu dari 11,36 juta ton menjadi 12,22 juta ton. Harga jual rata-rata di Semester I-2018 sebesar 9% atau menjadi Rp838.288/ton.
PTBA menilai, kenaikan harga tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga rata-rata Semester I-2018 untuk batubara Newcastle, yaitu mencapai 29% serta kenaikan harga rata-rata batubara thermal Indonesia GAR 5000 sebesar 13 persen (yoy).
Upaya efisiensi biaya juga dilakukan PTBA, sehingga mampu menekan laju kenaikan biaya, terbukti dengan beban pokok pendapatan Semester I-2018 yang hanya meningkat 9% dibandingkan Semester I-2017 dengan volume produksi yang meningkat 1,78 juta ton atau 19%. [jin]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2wI5SVc
No comments:
Post a Comment