
INILAHCOM, Jakarta - Beredar video Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang diduga diedit untuk meminta mencoblos pasangan nomor urut 1. Sehingga, video tersebut dibantah oleh elite Demokrat.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengunggah video editan yang ditulis tanggal 22 September 2018 terkait pernyataan SBY untuk mendukung nomor 1.
Dalam Pemilu Presiden 2019, pasangan calon Presiden Joko Widodo dan calon Wakil Presiden Maruf Amin mendapatkan nomor urut 01 dan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendapatkan nomor urut 02.
Namun, di video itu tertulis hoax setelah SBY akan mencoblos nomor 1 dengan simbol jari telunjuk diacungkan. Selain itu, video itu juga ditampilkan dengan pernyataan sesungguhnya bahwa SBY menyampaikan keterangan terkait Pilkada Serentak 2015.
Ferdinand menegaskan kalau mantan Presiden SBY dan Demokrat itu mendukung pasangan Prabowo-Sandi pada Pemilu Presiden 2019, sehingga dinilai beredarnya video tersebut bentuk ketakutan dari pihak lawan.
"SBY dan Demokrat Dukung Prabowo. Yang membuat ini beda justru adalah dukungan SBY. Adanya video editan cebi itu menunjukkan mereka sudah sadar kalah karena SBY dukung Prabowo," kata Ferdinand melalui twitternya @LawanPoLitikJW yang dikutip INILAHCOM, Sabtu (22/9/2018).
Berikut pernyataan SBY:
Versi hoax:
Saudara-saudara yang saya cintai. Saya SBY yang pernah 10 tahun memimpin dan menjalankan pemerintahan di negeri ini meyakini coblos nomor 1.
Versi aslinya:
Saudara-saudara yang saya cintai. Tanggal 9 Desember 2015 nanti, saudara-saudara akan kembali memilih gubernur dan wakil gubernur. Pilihlah pasangan yang mampu memimpin dan memajukan daerah ini.[ris]
SBY dan Demokrat Dukung Prabowo.
Yang membuat ini beda justru adalah dukungan SBY.
Adanya video editan cebi itu menunjukkan mrk sdh sadar kalah krn SBY dukung Praboeo.@SBYudhoyono @prabowo @sandiuno pic.twitter.com/sRyuNQAgDA
FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJW) September 22, 2018
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2DlMS5p
No comments:
Post a Comment