Pages

Tuesday, September 11, 2018

Dolar AS Terangkat Isu Perang Dagang

INILAHCOM, New York - Dolar AS melonjak lebih tinggi terhadap rival utamanya Selasa (11/9/2018), karena masalah perdagangan tetap menjadi pusat perhatian. Mata uang Australia mencapai lebih dari 2,5 tahun terendah.

Dolar Australia AUDUSD, -0,0562% mencapai terendah sesi $ 0,7085-tingkat yang tidak terlihat sejak awal 2016 untuk mata uang Antipodean. Terakhir dibeli $ 0,7101, turun dari $ 0,7113 akhir Senin di New York.

Dolar Aussie sering dilihat sebagai proxy pasar yang dikembangkan untuk yuan China, yang sedikit melemah terhadap dolar AS pada Selasa. Pada hari Jumat, Presiden Donald Trump mengatakan tarif impor untuk barang-barang buatan China senilai US$267 miliar lainnya dapat diimplementasikan.

Sementara itu, China meminta izin dari Organisasi Perdagangan Dunia untuk menjatuhkan sanksi pada AS sebagai bagian dari sengketa dumping.

Satu dolar terakhir dibeli 6,8721 yuan di Beijing USDCNY, + 0,0218% naik 0,2%, dan 6,8796 yuan di pasar luar negeri USDCNH, + 0,0058% juga naik 0,2%.

Di AS, pelaku pasar terfokus pada campuran berita utama perdagangan dan data ekonomi, karena pembicaraan dengan Kanada terkait dengan masa depan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara sedang berjalan lancar. Di bagian depan data, lowongan pekerjaan datang pada rekor 6,9 juta pada bulan Juli.

Indeks Dollar Amerika Serikat, DXY, -0,04% naik 0,1% pada 95,236 seperti mengutip marketwatch.com.

Untuk pound poundsterling Inggris, -0,0844% optimisme atas kemungkinan kesepakatan Brexit dalam beberapa minggu ke depan yang telah mendorong sterling lebih tinggi pada hari Senin dan menyentuh tinggi $ 1,3088 pada awal perdagangan Selasa. Pound terakhir dibeli $ 1,3011, sedikit berubah dari akhir Senin di New York.

Philip Hammond, menteri keuangan Britania Raya, sementara itu mengumumkan bahwa Gubernur Bank of England, Mark Carney akan tetap memimpin bank sentral hingga Januari 2020. Masa jabatannya pada awalnya akan berakhir pada Juni 2019. BOE adalah yang berikutnya. untuk bertemu pada hari Kamis.

Di tempat lain, di pasar negara berkembang, yang tetap di bawah tekanan, bank sentral Argentina akan bertemu nanti di hari itu. Pelaku pasar berharap bahwa suku bunga patokannya akan dipertahankan sebesar 60%. Argentina terpaksa menaikkan suku bunganya selama musim panas untuk memerangi krisis mata uangnya yang memburuk. Uang itu terakhir naik sekitar 1,3% versus USDARS peso Argentina, + 0,0026% mengambil 37,9533 peso.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2N5oZn9

No comments:

Post a Comment