Pages

Tuesday, September 25, 2018

DPR Minta Polri Petakan Daerah Rawan Konflik

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengingatkan Polri harus memetakan daerah rawan konflik memasuki masa kampanye Pemilu 2019.

Menurut dia, peran Bhabinkamtibmas dan fungsi intelijen harus dimaksimalkan untuk mencegah terjadinya gesekan antar masyarakat.

"Polri harus melakukan pemetaan karena kampanye telah dimulai, jadi harus mengantisipasi agar tidak terjadi gesekan karena perbedaan dukungan calon presiden atau calon anggota legislatif," kata Sahroni, Selasa (25/9/2018).

Menurut dia, Bhabinkamtibmas dan fungsi intelijen di tubuh Polri sangat penting perannya dalam pengamanan Pemilu yang digelar serentak. Sebab, Bhabinkamtibmas bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga bisa mengingatkan pentingnya persatuan dan persaudaraan guna mencegah terjadinya konflik.

"Bhabinkamtibmas harus terus mensosialisasikan pentingnya persatuan meski berbeda pendapat, jangan sampai Bhabinkamtibmas justru condong ke salah satu kubu. Sosialisasikan pesan damai dalam berbagai kesempatan, pertemuan warga, saat ibadah sholat Subuh atau momentum lainnya," ujarnya.

Selain itu, Sahroni menilai Bhabinkamtibmas memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga diharapkan mampu menyadarkan masyarakat akan bahaya perpecahan. Namun, fungsi intelijen juga sangat penting mencegah terjadinya gesekan.

"Begitu juga intelijen, sampaikan potensi terjadinya gesekan sebelum terjadi kepada pihak yang lebih berwenang menanganinya. Dengan cara ini, api akan dipadamkan sebelum membesar," jelasnya.

Kemudian, Sahroni juga berharap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri harus memaksimalkan fungsi pengawasan dan penindakan. Misalnya, pengawasan dapat dilakukan melalui kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). [ton]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QUpChD

No comments:

Post a Comment