
INILAHCOM, Jakarta - PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) akan meminta izin kepada para pemegang saham tentang rencana menerbitkan maksimal 68 miliar saham baru seri C.
Namun perseroan juga akan menerbitkan waran yang melekat pada saham hasil pelaksanaan PMHMETD maksimal 35% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh saat pernyataan pendaftaran PMHMETD kepada OJK. Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Rabu (5/9/2018).
Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan Penanaman Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) pada 25 September 2018. Tujuan untuk mendanai kebutuhan pembayaran pinjaman dan modal kerja. Untuk harga pelaksanaan HMETD akan ditetapkan pada saat registrasi ke OJK.
Selain itu, perseroan juga akan melakukan Penambahan Modal Dengan Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) maksimal 10% dari modal disetor perseroan pada saat pengumuman RUPSLB. Perseroan akan menunjuk perusahaan sekuritas untuk membantu mencari investor bagi PMTHMETD.
Harga pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa HMETD minimal Rp120 per saham. Harga ini merupakan rata-rata harga penutupan saham perseroan selama kurun waktu 25 hari bursa sebelum tangga pengumuman RUPSLB perseroan. Artinya sejak tanggal 12 Juli 2018 hingga tanggal 15 Agustus 2018.
Perseroan memperkirakan akan meraih dana minimal Rp1,2 triliun. Pelaksanaan PMTHMETD selambat-lambatnya dua tahun sejak persetujuan dalam RUPSLB.
FREN adalah emiten yang melakukan kegiatan usaha dalam bidang telekomunikasi yang meliputi: menawarkan jasa telekomunikasi di dalam wilayah Indonesia.
Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Smartfren Telecom Tbk, antara lain PT Wahana Inti Nusantara (29,65%), PT Global Nusa Data (27,40%) dan PT Bali Media Telekomunikasi (31,13%), ketiga perusahaan ini dikendalikan oleh Keluarga Widjaja (Unit Usaha Sinarmas).
FREN adalah emiten yang melakukan kegiatan usaha dalam bidang telekomunikasi yang meliputi: menawarkan jasa telekomunikasi di dalam wilayah Indonesia.
Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Smartfren Telecom Tbk, antara lain PT Wahana Inti Nusantara (29,65%), PT Global Nusa Data (27,40%) dan PT Bali Media Telekomunikasi (31,13%), ketiga perusahaan ini dikendalikan oleh Keluarga Widjaja (Unit Usaha Sinarmas).
Pada penutupan perdagangan Rabu kemarin berakhir di Rp106 per saham dari pembukaan di Rp111 per saham.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2wJwXHf
No comments:
Post a Comment