
INILAHCOM, Jakarta - Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), khususnya di bidang komunikasi dan informasi, atau dikenal dengan Revolusi Industri 4.0, secara otomatis menyebabkan pergeseran peradaban manusia. KLHK pun berinovasi dengan mengembangkan sistem pelayanan informasi berbasis digital.
Paling tidak terdapat 12 jenis layanan yang sudah berbasis aplikasi, di antaranya: Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan (SIPUHH), Sistem Penerimaan Negara Bukan Pajak Secara Online (SIMPONI) dan Sistem Informasi Legalitas Kayu (SILK).
Mewakili Menteri LHK pada Dies Natalis ke-58 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran di Bandung (25/09), Helmi Basalamah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KLHK, mengatakan bahwa strategi komunikasi KLHK pada era revolusi industri 4.0 terhadap isu lingkungan hidup dan kehutanan antara lain dengan menyiapkan SDM yang cakap dan mumpuni dalam mengelola tantangan di era digital.
"KLHK memperkuat database dan aplikasi, serta meningkatkan sarana dan prasarana pendukung baik di pusat dan daerah untuk menghasilkan pembangunan LHK yang berdaya saing dengan mengutamakan pelayanan publik secara online," jelas Helmi.
Perubahan-perubahan ini secara mendasar akan mengubah sifat kerja, bisnis dan masyarakat dalam dekade mendatang. Rektor Universitas Padjadjaran Tri Hanggono Achmad, menyatakan hal yang sedang dialami dunia dalam revolusi industri keempat adalah terjadi disruptif teknologi (disruptive technology) yang hadir begitu cepat dan mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan incumbent. Sejarah telah mencatat bahwa revolusi industri telah banyak menelan korban dengan matinya perusahaan-perusahaan raksasa.
Menurutnya, revolusi industri keempat ini sangat mempengaruhi semua sisi kehidupan. "Perkembangan teknologi digital akan mewarnai semua sisi kehidupan, banyak peran manusia yang sudah digantikan oleh teknologi misalnya online shop, bahkan suatu saat peran dokter akan tersisihkan oleh peran teknologi," ungkap Tri Hanggono. [*]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QbwBl2
No comments:
Post a Comment