
INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merevisi proyek listrik yang ditunda dari 15.200 MW menjadi 4.600 MW.
Menurut Direktur Jenderal Keternagalistrikan Kementerian ESDM, Andy M Sommeng, revisi ini dilakukan karena sebagian proyek harus dibangun. Tujuannya untuk keandalan listrik dalam negeri.
"Memang perlu dilihat mana yang sudah FC (finansial close) mana yang belum. Yang belum FC kan 15,2 GW. Tapi apakah itu enggak dibangun? Ya ternyata memang ada yang harus tetep dibangun. Jumlahnya 10,56 GW yang tidak bisa ditunda sehinga yang dapat ditunda hanya 4,6 GW," kata Andy di kantornya, Jakarta, Senin (24/9/2018).
Dia menjelaskan, sebagian proyek yang harus dilanjutkan, kata Andy, karena didalamnya ada proyek Energi Baru Terbarukan (EBT). Sehingga, apabila proyek itu ditunda, maka target EBT mencapat 25% pada 2025, tidak tercapai. "Ini enggak boleh dikorbankan. Juga, gak boleh korbankan EBT. Itu harus dibangun," ujar dia.
Menteri ESDM Ignatiusn Jonan sebelumnya menyebut, beberapa proyek kelistrikan dalam lingkup 35.000 MW yang belum mencapai tahap finansial close (FC) ditunda penyelesaiannya. Ini dilakukan dalam rangka menghemat devisa karena rupiah loyo.
"Proyek yang ditunda 35,000 MW yang belum FC yang sudah digeser ke tahun tahun berikutnya itu sekitar 15,200 MW. Jadi saya ulang, bahwa proyek yang belum capai FC dan ditunda di tahun berikutnya," kata Menteri ESDM Ignatius Jonan, Jakarta, Selasa (4/9/2018) malam.
Menurut Jonan, proyek pembangkit yang ditunda akan dilanjutkan pada tahun berikutnya, 2019. Namun sebagian proyek 15.200 MW yang masih tahap awal akan ditunda sampai tahun 2021.
"Diharapkan selesai 2019 yang 15.2GW dan yang ditunda ada yang sampai ke 2021, ke sampai juga 2026 jadi digeser sesuai kebutuhan elistrikan nasional," ujar dia.
Jonan menegaskan, seluruh proyek 35.000MW tetap akan direalisasikan namun targetnya diundur sesuai kebutuhan. "Enggak dibatalkan, karena konsumsi listrik, pertumbuhan listrik tahun lalu 7%. Triwulan 2 itu 4.7% kalau enggak salah. Tahun ini estimasi bisa maksimum sekitar 6%. Sedangkan target APBN 8%, makanya digeser banyak proyek," ujar dia. [ipe]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2MYXV3I
No comments:
Post a Comment