
INILAHCOM, Jakarta - PT Chandra Asi Petrochemical Tbk (TPIA) mencatat penurunan laba bersih menjadi US$115.500 per 30 Juni 2018 dari periode yang sama 2017 sebesar US$174.184.
Perseroan mengalami peningkatan pendapatan bersih menjadi US$1,28 juta dari US$1,19 juta. Untuk beban pokok pendapatan menjadi US$1,04 juta dari US$903.087. Jadi laba kotor menjadi US$137.814 dari US$292.233.
Demikian mengutip keterbukaan informasi di BEI, Kamis (6/9/2018). Untuk beban penjualan menjadi US$20.560 dari US$20.642. Untuk beban administrasi menjadi US$22.428 dari US$23.327. Beban keuangan menjadi US$25.564 dari US$17.483.
Laba sebelum pajak menjadi US$159.215 dari US$231.574. Beban pajak penghasilan menjadi US$43.715 dari US$57390. Jadi laba bersih menjadi US$115.500 dari US$174.184.
Sementara untuk total aset menjadi US$2,99 juta dari US$2,98 juta. Untuk total liabilitas menjadi US$1,26 juta dari US$1,31 juta.
TPIA adalah emiten bergerak dalam bidang usaha industri petrokimia, perdagangan, angkutan dan jasa. Saat ini, TPIA menjalankan usaha petrokimia yang terintegrasi secara vertikal di Indonesia dengan fasilitas-fasilitasnya yang terletak di Ciwandan, Cilegon dan Puloampel, Serang Banten.
TPIA tergabung dalam grup Barito Pacific, dan Barito Pacific Tbk (BRPT) merupakan induk usaha dari TPIA.
Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Chandra Asri Petrochemical Tbk, antara lain: Barito Pacific Tbk (pengendali) (45,04%), SCG Chemicals Company Limited (30,57%), Magna Resources Corporation Pte Ltd (15,02%) dan Marigold Resources Pte Ltd (5,15%).
Saham TPIA dibuka di harga Rp5.100 per saham. Dalam setahun terakhir harga tertinggi saham TPIA di Rp6.675 per saham pada penutupan 9 Februari 2018. Untuk harga terendah di Rp4.260 per saham pada penutupan 8 September 2017.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PHDc6y
No comments:
Post a Comment