Pages

Saturday, September 8, 2018

Ormas Terlarang Menyusup di #2019GantiPresiden ?

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Intelejen, Stanislaus Riyanta mengatakan deklarasi #2019GantiPresiden yang menuai berbagai penolakan di sejumlah dirasa tepat untuk dicegah aparat kepolisian. Riyanta mendukung langkah Polri untuk mencegah deklarasi tersebut dibanding terjadinya kerusuhan.

"Adanya penolakan adanya suatu ancaman dan banyak warga yang gerak. Ketika ada ancaman terhadap negara dan mayoritas masyarakat melakukan penolakan mana itu wajar karena ada potensi konflik. Pemindahan Neno Warisman oleh aparat itu sudah sangat soft, tiket dibelikan dan sebagainya. Ini langkah aparat negara yang melakukan cegah dini dan deteksi dini yang sangat baik," kata Riyanta dalam sebuah diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (8/9/2018).

Riyanta menuturkan bahwa gerakan #2019GantiPresiden itu rawan akan disusupi oleh oknum-oknum yang memanfaatkan situasi. Ia berpandangan ada orang besar dibalik deklarasi yang diinisiasi ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera itu.

"Yang saya soroti adalah kontennya. Melebar pada ganti sistem dan khilafah. Di suriah aja yang satu agama bisa perang saudara sampai sekarang. Terorisme bukan produk lokal, tapi sudah transnasional dan berawal dari narasi khilafah dengan ganti sistem. Ini harus dipahami dan diwaspadai kenapa ini bisa muncul," jelas Riyanta.

'"Ada organisasi teman-teman yang dilarang termasuk HTI, itu ada di dalam tagar itu (di dalam gerakan #2019GantiPresiden). Kebebasan kita hargai tapi kita harus pahami siapa yang ada di dalamnya," imbuh Riyanta.

Sebelumnya, deklarasi #2019GantiPresiden di sejumlah daerah menuai polemik. Masyarakat yang kontra dengan adanya gerakan tersebut menolak mentah-mentah acara di gelar di daerah mereka. [wll]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QeumOz

No comments:

Post a Comment