
INILAHCOM, Jakarta - Laju imbal hasil obligasi AS yang cenderung turun diharapkan dapat memberikan peluang positif pada pergerakan pasar obligasi dalam negeri.
"Turunnya imbal hasil AS berimbas pada kenaikan harga obligasi domestik sehingga yield-nya kembali melanjutkan penurunan," kata Reza Priyambada, analis senior CSA Research Institute, di Jakarta, Senin (24/9/2018).
Turunnya imbal hasil obligasi AS seiring dengan sikap pelaku pasar yang masih menantikan arahan The Fed di pekan depan untuk penentuan arah suku bunga. Di sisi lain, pergerakan Rupiah yang kembali mencoba menguat juga diharapkan masih dapat terjadi untuk menopang bertahannya pasar obligasi dalam negeri di teritori positif.
"Tetap cermati dan waspadai terhadap sentimen yang dapat membawa pasar obligasi melemah kembali," ujarnya.
Akhir pekan lalu, pergerakan rupiah yang kembali masih dalam teritori positif memberikan sentimen positif bagi pergerakan pasar obligasi dalam negeri untuk kembali melanjutkan penguatan.
Selain itu, pergerakan imbal hasil obligasi AS yang cenderung kembali melanjutkan penurunan dimanfaatkan obligasi dalam negeri di mana imbal haslnya cenderung bergerak turun.
Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 3,92 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 4,78 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 1,45 bps.
Laju pasar obligasi cenderung naik tipis. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo 5 tahun dengan harga 90,75% memiliki imbal hasil 8,05% atau turun 0,04 bps dari sebelumnya di harga 90,59% memiliki imbal hasil 8,09%.
Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo 20 tahun dengan harga 90,00% memiliki imbal hasil 8,56% atau turun 0,20 bps dari sehari sebelumnya di harga 88,25% memiliki imbal hasil 8,76%.
Pada Jumat (21/9/2018), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,32 bps di level 107,21 dari sebelumnya di level 106,86. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price naik 0,12 bps di level 103,70 dari sebelumnya di level 103,57.
Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 8,18% dari sebelumnya di level 8,19% dan US Govnt bond 10Yr di level 3,066% dari sebelumnya di level 3,070% sehingga spread di level kisaran 510,9 bps lebih rendah dari sebelumnya 512,7 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya cenderung menurun. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak di kisaran level 9,96%-9,98%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,55%-10,65%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,85%-11,92%, dan pada rating BBB di kisaran 14,2%-14,45%. [jin]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2pxv0un
No comments:
Post a Comment