
INILAHCOM, Mataram - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong pemulihan sekolah usai berakhirnya status tanggap darurat bencana gempa di Nusa Tenggara Barat agar anak-anak bisa belajar kembali seperti biasa.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kemendikbud, Ari Santoso mengatakan upaya menghadirkan kembali kegiatan belajar mengajar melalui kelas-kelas sementara dilakukan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat.
"Saat ini, tercatat sekitar 20 lembaga non-pemerintah dengan ratusan relawan bergotong royong dengan pemerintah, baik pusat maupun daerah. Fokusnya memulihkan kondisi sekolah dan kondisi warga belajar," katanya, Minggu (9/9/2018).
Menurut dia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memimpin apel Gerakan Kembali Sekolah di alun-alun Bumi Gora, kantor Gubernur NTB. Perwakilan lembaga/komunitas, guru, siswa dan pemerintah daerah ikut dalam apel tersebut.
"Pak Menteri akan memberikan secara langsung dana bantuan atau tunjangan khusus bagi para guru terdampak gempa Lombok," ujarnya.
Ia mengatakan tunjangan diberikan kepada 5.000 orang guru terdampak gempa di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Kota Mataram.
Dalam masa tanggap darurat yang berakhir pada 25 Agustus, Kemendikbud telah mendirikan 112 tenda yang menjadi kelas-kelas sementara di berbagai wilayah Lombok.
Selain itu, tercatat sebanyak 5.000 paket baju seragam dan perlengkapan sekolah telah dibagikan melalui Posko Pendidikan.
Layanan psikososial dan psikoedukasi, serta trauma healing diberikan kepada warga belajar. Kemendikbud juga akan segera menggulirkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) khusus siswa korban gempa Lombok.
Pasalnya, total bantuan yang disiapkan Kemendikbud untuk pemulihan NTB pascabencana gempa sebesar Rp258 miliar.
"Alokasi anggaran optimalisasi tersebut dijelaskan Dirjen Dikdasmen, Hamid Muhammad, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi X DPR pada 29 Agustus," tandasnya.[tar]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2MY1P1L
No comments:
Post a Comment