Pages

Friday, September 7, 2018

Pengusaha Ramai-ramai Tukar Dolar AS, BI Senang

INILAHCOM, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengapresiasi sikap pengusaha yang sukarela menukarkan valuta asing (valas) miliknya dengan rupiah.

"Hari ini pergerakan pasokan dan permintaan terus berlangsung. Itu jadi bagian penting kenapa rupiah stabil," ujar Perry di Jakarta, Jumat (7/9/2018).

Akibat hal itu, suplai atau pasokan di pasar valas menjadi bertambah sehingga permintaan dapat terpenuhi.

Ketersediaan likuiditas US$ di pasar, membuat nilai tukar mata uang rupiah terapresiasi. Pada Jumat pukul 15.00 WIB di pasar spot, satu dolar AS setara dengan Rp14.875. Level itu melemah tipis dibanding saat pembukaan perdagangan pagi ini di Rp14.868.

Meski menurun, rupiah sepanjang dua hari terakhir bergerak di zona penguatan, dan semakin menjauh dari level Rp15.000 per dolar AS.

Perry mengatakan nilai rupiah yang terbentuk saat ini, sudah lebih banyak dipengaruhi mekanisme pasar secara riil. Artinya, ada sinyalemen Bank Sentral mulai mengurangi intervensinya.

Namun, ia menekankan fokus BI masih tetap mewaspadai gejolak nilai tukar dalam beberapa waktu ke depan. "Terkait dengan keberadaan kami di pasar, bahwa mekanisme pasar juga semakin kuat. Sehingga membentuk pergerakkan kurs yg mencapai suplai dan permintaan di pasar," ujar dia.

Perry tidak menjawab dengan pasti apakah level rupiah saat ini masih berada di luar nilai fundamentalnya.

Namun, dia mengatakan ruang penguatan bagi rupiah masih terbuka karena fundamental ekonomi Indonesia yang baik, seperti pertumbuhan ekonomi 5,27% pada kuartal II 2018, pertumbuhan kredit yang melebihi 10% yoy), dan rencana pemerintah unttuk mengurangi defisit transaksi berjalan. "Saya yakini defisit transaksi berjalan juga akan turun. Hal itu akan mendukung langkah stabilitas," ujarnya.

Dia menilai langkah pemerintah untuk mengurangi defisit transaksi berjalan sudah sangat konkret. Langkah itu seperti penaikkan pajak penghasilan (PPh) sebanyak 1.147 barang impor, kebijakan penggunaan campuran solar dan minyak sawit mentah (B20) dan juga perluasan sektor pariwisata. [tar]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Cw0gU5

No comments:

Post a Comment