
INILAHCOM, Jakarta - PT Inalum meminjam uang senilai US$3,85 miliar untuk mengakuisisi 51 persen saham PT Freeport McMoran Inc. Dari pinjaman ini PT Inalum tidak menjaminkan aset dari saham yang dimiliki di perusahaan tambang itu.
"Nggak ada yang dijaminkan (dari pinjaman itu), nggak ada jaminan saham atau aset," kata Head of Corporate Communication Inalum, Rendi Achmad Witular di Jakarta, Kamis (18/10/2018).
Ia menyebut, tidak adanya jaminan dari pinjaman itu karena perbankan melihat Freeport Indonesia memiliki potensi bisnis yang baik. Kemudian tidak punya utang.
"Mereka (Freeport, red) mampu menghidupi sendiri dan harga yang kita dapat murah," ujar dia.
Diketahui, Inalum akan meminjam uang itu untuk mengauisisi 41,64 persen PT Freeport Indonesia senilai US$3,85 miliar. Sumber pinjaman tersebut berasal dari 8 bank asing.
"Kami disuport perbankan asing atau luar, tapi tidak dari China," kata Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin.
Budi mengungkapkan, sumber pinjaman dari bank asing dipilih Inalum untuk menghindari dolar Amerika Serikat (AS) keluar negeri. Jika menggunakan perbankan dalam negeri, maka stok dolar AS yang ada di dalam negeri akan berkurang, hal ini akan berujung pada pelemahan rupiah.
"Kalau ditanya Kenapa pakai bank dalam negeri supaya tidak ada uang keluar," ujar dia.
Dia menargetkan, Inalum sudah mengantungi uang pinjaman pada November 2018, sehingga pembelian 41,64 persen saham Freeport Indonesia dapat dilunasi pada Desember 2018. Dengan begitu saham Freeport Indonesia yang dimili pihak nasional genap menjadi 51 persen. [hd]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2yL0vp0
No comments:
Post a Comment