Pages

Monday, October 8, 2018

Bursa Eropa Turun Respon Sikap Bank Sentral China

INILAHCOM, London - Pasar Eropa bergerak sedikit lebih rendah pada Senin pagi (8/10/2018), mengikuti penurunan luas di Asia setelah bank sentral China memotong persyaratan cadangan untuk bank.

Indeks acuan Eropa, Stoxx 600 turun sekitar 0,15 persen sesaat setelah bel pembukaan. Sebagian besar sektor dan bursa utama di wilayah negatif. Indeks FTSE turun 0,2%, indeks DAX berkurang 0,5% dan indeks CAC mundur 0,5% seperti mengutip cnbc.com.

Selama di Asia, saham merosot luas setelah Bank Rakyat China mengatakan akan memangkas jumlah uang tunai yang bank harus pertahankan sebagai cadangan. Langkah ini dilakukan di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari ketegangan perdagangan dan tarif impor antara China dan AS.

Saham China khususnya turun tajam setelah pasar daratan dibuka untuk pertama kalinya dalam sepekan setelah negara itu merayakan Golden Week. Pedagang juga mencerna data indeks pembelian manajer (PMI) keluar dari China pada hari Senin, yang menunjukkan sektor jasa yang tumbuh dengan cepat tetapi meningkatnya tekanan biaya dan penurunan lapangan kerja.

Baca: China Benahi Sektor Bank Demi Pertumbuhan PDB


Investor akan mengawasi pasar AS pada hari Senin di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga. Komentar oleh Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell minggu lalu tentang jalur hiking suku bunga bank sentral AS mengirim imbal hasil Treasury ke tertinggi multi-tahun.

Dan data nonfarm payrolls utama menunjukkan peningkatan pekerjaan yang lebih buruk dari perkiraan. Tetapi penurunan tingkat pengangguran menjadi 3,7 persen, tingkat terendah dalam hampir lima dekade.

Data ekonomi, di samping komentar Powell, mengirimkan saham di AS pada Jumat lebih rendah. Dengan indeks S & P 500 memposting kinerja mingguan terburuknya sejak 7 September.

Di depan politik, Perdana Menteri Inggris Theresa May mendapat dorongan Minggu setelah Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe mengatakan kepada Financial Times bahwa ia akan menyambut Inggris dalam perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik "dengan tangan terbuka" setelah Brexit.

Dan para pejabat Uni Eropa telah menjadi semakin optimis tentang kemungkinan kesepakatan Brexit tercapai. Presiden Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker pun mengatakan sebuah kesepakatan dapat dicapai pada November.

Namun, survei yang dirilis oleh Deloitte dan Kamar Dagang Inggris pada hari Senin menunjukkan bahwa ketidakpastian masih membebani bisnis Inggris, menempatkan ekspor, perekrutan dan investasi di bawah tekanan.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2ILkwQM

No comments:

Post a Comment