Pages

Sunday, October 7, 2018

Ekonomi dan Keamanan Bisa Turunkan Elektabilitas

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan mengatakn capres yang mempunyai tren yang unggul akan sulit dikalahkan pada hari pemilihan.

"Dari pengalaman tiga kali Pilpres, calon yang trennya unggul akan sulit dikalahkan pada hari H Pemilihan," kata Djayadi di kantor SMRC, Jalan Cisadane, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (7/10/2018).

Ia menceritakan hal tersebut dialmi Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang kembali di pilih pada Pilpres 2009, karena tren elektabilitasnya selalu unggul sejak jauh hari.

Namun petahana bisa kalah jika trennya selalu kalah sejak awal.

Kemudian, Ketum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri sebagai petahana, kalah pada Pilpres 2004, karena trennya sudah kalah dalam beberapa bulan menjelang hari pemilihan.

Kemudian, Presiden Jokowi selalu naik trennya dibandingkan capres Prabowo Subianto dalam Pilpres 2019.

Survei dilakukan pada 7-14 September 2018 terhadap 1.220 responden dengan responden rate 1.074 responden.

Saat disodorkan dua pasangan nama capres-cawapres (Jokowi-Ma'ruf), Jokowi tetap unggul dengan elektabilitas 60,4 persen mengalahkan Prabowo yang memperoleh 29,8 persen.

Djayadi menjelaskan jokowi pernah mengalami penurunan elektabilitas pasca terjadinya peristiwa kerusuhan di Mako Brimob dan bom di Surabaya Mei 2018 lalu. Karena adanya kecemasan publik.

Namun kata dia, Jokowi bisa mengalami penurunan elektabilitas saat ini bila ekonomi dan masalah kemanan mengalami gejolak.[Ivs].

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QxDcq0

No comments:

Post a Comment