Pages

Friday, October 5, 2018

HMI Bakal Kawal Demokrasi Pemerintah

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima peserta Sekolah Pimpinan Himpunan Mahasiswa Islam (Sepim HMI) di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (5/10/2018).

Hadir dalam acara ini Ketua Umum PB HMI, Respiratori Saddam Al-Jihad. Pada kesempatan ini, Saddam memberikan sambutannya dan harapannya bagi HMI untuk kemajuan Indonesia.

"Bersama-sama membangun bangsa ini dengan Presiden RI. Kita membangun kebangsaan dan visi kebangsaan yang demi NKRI. Sebuah gagasan itu kemudian tidak bisa kita elakkan. Harus kita elaborasikan dengan nilai-nilai kritis HMI," ujar Saddam.

Ia menambahkan, gagasan yang diusung HMI untuk kemajuan bangsa ialah bagaimana menciptakan kesinambungan serta keberlanjutan visi dan misi pemerintahan saat ini dapat dibarengi oleh nalar kritis HMI.

"Republik Indonesia lahir tahun 1945. HMI lahir 1947, tentunya kawan akrabnya bangsa Indonesia. Ada sebuah gagasan yang kemudian dalam pengantar ini yang ingin kami sampaikan, Pak Presiden. Kami menyebutnya Sembilan Tuntutan Rakyat Indonesia (Senturi). Gagasan besar ini yang kami kaji bersama-sama di HMI," tuturnya.

Sadam lalu memaparkan poin-poin yang dirangkum dalam gagasan Senturi. Pertama ialah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan melibatkan stake holder dan menekankan agar Indonesia tidak berhutang kepada IMF dan World Bank.

"Sebuah gagasan besar untuk kemudian bangsa ini tidak lagi berhutang budi dengan IMF dan World Bank. Kita menjadi bangsa dengan kedaulatan ekonominya yang kata Bung Karno, harus kita bangkitkan bersama-sama," ungkapnya.

Poin kedua, lanjutnya, membangun kembali penguatan reformasi sistem keamanan untuk menangkal radikalisme dan terorisme.

"Sebuah gagasan besar bahwa ada hal yang penting dari reformasi sistem keamanan, adalah penanggulangan radikalisme dan terorisme. Itu tentunya kita harus dapat bekerjasama antara stakeholder negara dan stakeholder bangsa," katanya.

Berikutnya, menelaah kembali kebijakan terkait berkembangnya tenaga kerja asing (TKA) agar terdapat keseimbangan dengan peranan tenaga kerja lokal di tanah air.

"Kemudian menekankan kepada pemerintah, dalam penguatan kedaulatan energi terhadap perusahaan-perusahaan asing di Indonesia, menekankan terciptanya holding pangan di Indonesia agar kedaulatan pangan dapat terjaga dengan keberlanjutan pangan Indonesia lalu menekankan pemerintah dalam penegakan supremasi hukum dan HAM. Baik di KPK, Kejaksaan dan Polisi demi menjaga marwah NKRI," jelasnya.

Poin berikutnya yang menurut HMI tak kalah penting ialah memperkuat pemerataan pendidikan demi menghasilkan peningkatan sumber daya alam demi terciptanya nation character building.

"Sebuah gagaasan bersama yang kemudian dielaborasikan Bapak Presiden dengan revolusi mental, kami sangat bersepakat untuk bersama membangun bangsa ini melalui pendidikan. Berikutnya, menekankan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di Indonesia," imbuhnya.

Saddam kemudian mengungkapkan poin terakhir, yakni endorong terciptanya open government untuk keterbukaan informasi publik di setiap instansi pemerintah dan politik.

"Terakhir ada tambahan dari saya Pak. Sebuah gagasan besar yang ingin diciptakan HMI adalah youth government, pemerintahan pemuda. Mudah-mudahan gagasan besar ini bersama-sama untuk keberlanjutan bangsa ini. Tentu untuk bagaimana menantang bonus demografi ini supaya anak-anak muda dapat berkontribusi aktif dan positif demi keberlanjutan bangsa dan negaranya di NKRI ke depan," jelasnya.

Terakhir, Ketua HMI menekankan pentingnya persatuan bangsa Indonesia dan mengawal berjalannya sistem demokrasi yang ada di negeri ini. Ia menegaskan bahwa persatuan bagi seluruh rakyat Indonesia adalah harga mati.

"Kita bersatu saja belum tentu bisa maju. Apalagi kita kalau misalkan kita tidak bersatu. Pondasi ini harus kita sinergiskan bersama-sama. HMI akan selalu mengawal demokrasi di republik ini, bukan pandang bulu, tidak melihat kepentingan A atau B. Kita melihat demi kepentingan bangsa dan negara," tandasnya.[jat]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2y1uTvJ

No comments:

Post a Comment