Pages

Tuesday, October 30, 2018

Inilah Andalan KESDM Tarik Investasi Migas

INILAHCOM, Jakarta - Investasi di sektor energi sampai semester III 2018 masih lesu. Dimana investasi sampai saat ini baru sebesar US$ 15,2 miliar, dari target sebesar US$ 37,2 miliar.

Rincian investasi dari US$15,2 miliar terdiri dari US$8 miliar di Migas, US$ 4,8 miliar di sektor ketenagalistrikan, US$ 1,6 miliar di Minerba, dan US$0,8 miliar di sektor EBTKE.

Pemerintah mengklaim tidak diam dengan kondisi investasi yang kian melemah. Tahun depan pemerintah berjanji bakal menggenjot nilainya. Bahkan investasi akan bergairah.

Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto mengatakan, ada dua proyek yang akan memberikan pemasukan besar pada investasi di tahun depan.

Dua proyek tersebut adalah proyek Jambaran Tiung Biru (JTB) di Blok Cepu yang dikerjakan oleh Pertamina melalui anak usaha Pertamina EP Cepu (PEPC). Dan pengembangan blok East Sepinggan yang dikembangkan oleh ENI Indonesia Ltd.

Kedua proyek tersebut merupakan lapangan yang dikembangkan untuk memproduksi gas. Untuk JTB ditargetkan bisa memproduksi gas sebesar 172 MMSCFD. Sementara lapangan Marakesh ditargetkan bisa memproduksi 150 MMSCFD.

"Jadi dua harapan kami, yang dua pembangunan itu Jambaran Tiung Biru terus Merakesh. Itu akan menaikkan (investasi)," kata Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (30/10/208).

Menurut dia, investasi sektor migas sangat bergantung pada penemuan cadangan migas baru. Ketika cadangan migas besar ditemukan, maka baru ada pembangunan fasilitas produksi, pada tahap ini barulah investasi yang dibutuhkan akan banyak terealisasi.

"Investasi hulu migas itu tinggi pada saat pembangunan fasilitas produksi. Kalau tidak ada pembangunan, rendah dia (investasinya)," kata Djoko.

Menurut Djoko belum adanya penemuan cadangan besar sehingga pembangunan fasilitas produksi juga minim diakibatkan oleh aktifitas eksplorasi drari masih minim. [hid]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2AAP8Cs

No comments:

Post a Comment