
INILAHCOM, Lumajang - Tidak punya uang untuk mendaki Semeru lewat jalur Ranu Pane Kecamatan Senduro.
Sanidin (20) pemuda asal Brebes, Jawa Tengah meninggal dunia saat mendaki ke puncak tertinggi di pulau Jawa melalui jalur Dusun Tawon Songo Desa/Kecamatan Pasrujambe.
Korban mendaki bersama temanya, Alfian Abdullah (21) Warga Sarimulyo Kecamatan Jombang.
Hanya berbekal Google Map di Smartphone keduanya nekat mendaki dengan perlengkapan seadanya.
Korban bersama temanya berangkat pada 25 September lalu. Kemudiaa saat masuk Hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tersesat dan mencoba keluar hutan dengan melihat jalur memanjat pohon. "Din, jatuh dari pohon dan meninggal," ujar Alfian teman korban.
Dirinya kemudian mencari pertolongan dengan keluar hutan mencari sungai untuk menuju perkampung warga. "Alhamdulillah bisa keluar, saya seperti muter-muter saja di dalam hutan," jelasnya,
Jalur pendakian purba, Tawon Songo, Semeru itu sebenarnya sudah ditutup oleh warga dan juga pemeritah daerah. Pasalnya, jalurnya sangat berbahaya, melewati hutan dan tebing sangat tinggi.
Komandan TRC BPBD Lumajang, Peltu Sugiono mengatakan, pihaknya akan melakukan evakuasi secepetnya dan memprediksi korban berada di bukit Pupuk atau Watu Jaran. Sehingga, untuk cepat menemukan korban, temanya harus ikut dalam pencarian titik lokasi. "Infonya, korban di bawah pohon," jelasnya.
Untuk Evakuasi korban TRC BPBD memprediksi memakan waktu 1-2 hari.[beritajatim]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PbtDwJ
No comments:
Post a Comment