
INILAHCOM, Jakarta - Komisioner Komnas Perempuan, Riri Khoiriroh mengapresiasi Laboratory of Indonesian and Global Study (LIGS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) yang menggelar diskusi tentang tindakan ekstrimisme terhadap perempuan.
"Saat ini tindakan ekstrimisme tidak saja melibatkan pria, tetapi anak-anak dan perempuan seperti kasus di Surabaya," kata Riri melalui keterangannya, Sabtu (6/10/2018).
Menurut dia, keterlibatan perempuan dalam kelompok-kolompok ekstrimisme berbasis kekerasan maka betapa penting upaya pencegahan dan penanggulangan yang harus dilakukan oleh semua pihak.
"Ya tidak saja oleh lembaga pemerintahan atau kementerian, tapi harus dilakukan oleh elemen organisasi masyarakat di akar rumput termasuk kampus-kampus, organisasi daerah, LSM dan lembaga pendidikan," ujarnya.
Kemudian, Riri mengatakan keterlibatan berbagai stakeholder ini tujuannya untuk memperkuat peran perempuan dan perlu mendapat pemahaman berbagai tahapan dari tindakan radikalisme yang dilakukan oleh perempuan.
"Oleh karena itu, kaum perempuan diharapkan dapat terlihat perannya secara langsung dalam menangkal bentuk ekstrimisme," jelas dia.
Di samping itu, Riri mengatakan program ini sangat penting untuk dijadikan masukan dalam rangka memberikan rumusan pencegahan sekaligus penanggulangan bagi pemerintah.
"Kegiatan ini digelar dari kemarin sampai hari ini dan diharapkan hasilnya dapat memberi pemahaman yang dapat diimplementasikan," katanya.
Sementara Ketua LIGS FISIP UMJ, Usni Hasanudin mengatakan program ini cukup penting sebagai bentuk penempatan hak-hak kaum perempuan. Menurut dia, ini bukan saja dalam hal politik tapi peran kaum perempuan untuk menangkal bahkan sebagai benteng pertahanan bangsa Indonesia.
"Peran perempuan penting dalam memerangi perilaku ekstrimisme, radikalisme dan terorisme yang saat ini bukan saja dilakukan oleh pria. Namun, perempuan juga sudah menjadi bagian dari perilaku ekstrimisme, radikalisme dan terorisme," tandasnya. [hpy]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2ykGohh
No comments:
Post a Comment