
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto angkat bicara terkait batalnya kenaikan harga BBM jenis Premium.
Djoko mengklaim, kenaikan BBM itu baru sebatas rencana. Sehingga tidak ada yang perlu dimasalahkan sewaktu rencana itu dibatalkan. Hal ini disampaikan Djoko menanggapi pertanyaan dari anggota Komisi VII DPR Maman Abdurahman.
"Saya komunikasi itu (kenaikan BBM) baru rencana jam 18.00 WIB belum dinaikan sebelumnya, baru rencana. Jadi sebelum jam 18.00 WIB rencananya engga jadi naik, gitu aja," kata Djoko saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Senin (15/10/2018).
Maman pun kembali mempertegas bahwa Premium belum naik. Djoko kembali menjawab bahwa hal itu baru sebatas wacana.
"Belum ada SK pak Menteri (ESDM Ignatius Jonan) baru rencana.Memang belum ada kenaikan," ujar Djoko menegaskan.
Diketahui, kemarin pemerintah melalui Menteri ESDM Ignatiu Jonan sempat mengumumkan kenaikan harga BBM jenis premium sebesar Rp500 perliter. Namun satu jam kemudian dibatalkan pemerintah.
Pembatalan kenaikan harga BBM ini menimbulkan berbagai reaksi. Salah satunya dari Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Tallatov.
Dia menilai, pembatalan kenaikan harga BBM jenis premium suatu langkah blunder yang dilakukan oleh pemerintah. Sebab, hal ini direspons negatif oleh pasar.
Respon negatif dari pasar itu telah membuat rupiah melemah pada dollar Amerika Serikat. Dimana pada hari Kamis kemarin nilai tukar Rp15.266 per dolar AS.
"Celakanya semalam pemerintah bikin blunder. Tiba-tiba umumin kenaikan premium tapi satu jam kemudian dibatakan. Itu yang akhirnya dilihat pasar bahwa pemrintah tidak konsisten hadapi persoalan yang tengah dihadapi saat ini," katanya, di Jakarta, Kamis (11/10/2018).
Menurut Abra, ketiadakpastian itu membuat para investor portofolio merasa khawatir. Kekhawatiran itu adalah sejauh mana pemerintah bisa menata ulang perekonomian untuk mengurangi defisit neraca berjalan.
"Yang menyebabkan defisit neraca berjalan salah satunya adalah migas. Dari sisi perdagangan migas ini yang belum bisa dikontrol," kata dia.
Menurut dia, kenaiakan harga BBM sebetulnya berdampak baik pada pasar. Kenaikan BBM ini juga menunjukkan bahwa pemerintah mengambil keputusan berdasarkan realitas yang ada. [jin]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2CK0Ah8
No comments:
Post a Comment