Pages

Thursday, October 25, 2018

Sofyan Sebut Novanto Tertarik Garap Proyek PLN

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir mengakui pernah diminta bertemu Ketua DPR Setya Novanto.

Sekitar tahun 2016, Sofyan mengaku pernah ditelepon Eni Maulani Saragih untuk bertemu Novanto di rumahnya.

"Ibu Eni melalui telepon menyampaikan bahwa Pak Ketum (Setya Novanto) mau bertemu dengan saya," kata Sofyan saat bersaksi untuk terdakwa Johanes B Kotjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Saat itu kata Sofyan, Novanto ingin mengetahui program kelistrikan 35.000 MW yang dikerjakan PLN.

"Waktu itu beliau (Novanto) baru dengar ada program 35 MW, ya disampaikan program baik dan harus dijalankan karena beliau (Novanto) istilahnya dukung pemerintah, saat itu juga disampaikan bila sudah berjalan proyeknya. Sudah ada dalam RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) sudah kami umumkan di media dan sudah ada banyak peminat hampir 50 persen ikut tender," kata Sofyan.

Setelah itu, barulah Novanto disebut Sofyan berminat mengerjakan proyek PLN di Pulau Jawa.

"Ada (minat dengan proyek PLN di Jawa) disampaikan beliau (Novanto) memungkinkan misalkan ada proyek-proyek di Jawa, kalau ada kawannya bisa ikut," kata Sofyan.

Namun Sofyan menginformasikan bahwa proyek PLN di Jawa sudah dikerjakan oleh pemerintah. Sebab proyek di Jawa merupakan pembangkit listrik tenaga gas.

"Kebetulan Jawa 3 sudah dipegang langsung PLN. Karena pembangkit listrik tenaga gas untuk malam hari. Saya lalu sampaikan ke beliau mohon maaf, Jawa 3 sudah ada yang memiliki yaitu kami sendiri," kata Sofyan.

Saat pertemuan tersebut, Sofyan juga mengatakan pernah mengusulkan proyek lain yang masuk RUPTL di luar pulau Jawa. Proyek PLN di luar Jawa belum banyak diminati oleh investor atau pengusaha.

"Saya sampaikan masih banyak proyek RUPTL lain. Waktu itu RUPTL di luar Jawa belum banyak diminati Pak," kata Sofyan.

Dalam kasus ini, Bos Blackgold Natural Resource Johannes B Kotjo didakwa KPK menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih sebesar Rp4,7 miliar.

Menurut Jaksa, uang yang diberikan Johanes kepada Eni agar perusahaannya mendapatkan Independent Power Producer (IPP) PLTU Riau-1. Proyek tersebut merupakan kerjasama antara PT PJBI, Blackgold Natural Resources Limited, dan China Huadian Engineering Company.[jat]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2z4Csl2

No comments:

Post a Comment