
INILAHCOM, Jakarta - Para pengembang warisan budaya Indonesia harus mendapatkankan apresiasi. Salah satunya adalah di bidang batik.
Menurut Ayu Dyah Pasha, ketua pelaksana Chi Award 2018, memang sangat penting untuk memberikan penghargaan kepada orang - orang atau yang disebut pahlawan dalam sejarah perkembangan batik.
"Membuat batik sangat tidak mudah. awal hingga selesai, proses batik merupakan pekerjaan tangan yang penuh cita rasa seni dengan keteguhan hati dalam melaksanakannya," ujar Dyah di acara Chi Award yang diselenggarakan di Plaza Indonesia, Sabtu, (10/11/2018).
Bahkan dalam menciptakan peralatan untuk membantik pun juga dilakukan dengan penuh cita rasa seni, keterampilan tangan dan sekali lagi keteguhan hati yang tidak semua orang miliki.
"Karena itu, kami menemukan beberapa sosok yang sesuai dengan keritera yang dicari dalam penghargaan ini," tambah Ayu Dyah.
Kemajuan teknologi dan berhembusnya ombak industri modern dalam pakaian jadi, membuat industri batik semakin meredup, seiring dengan hal ini meredup pula kehidupan para pengrajin yang berada di balik industri batik.
Pembuat alat membatik canting tulis kini hanya tinggal hitungan jari tangan jumlahnya. Pembuat canting cap juga saat ini sangat memprihatinkan.
Demikian juga dengan pembuat malam atau lilin yang digunakan untuk membatik yang semakin sedikit.
Kemudian, yang menyedihkan adalah belum banyak atau berkurangnya ketertarikan dari generasi muda untuk meneruskan kepandaian membuat alat utama dalam membantik, yaitu dengan canting dan malam.(tka)
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QxPTl1
No comments:
Post a Comment