
INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamseot) mengatakan kritikan dari masyarakat terhadap lembaga parlemen dianggap sebagai vitamin terutama untuk melakukan percepatan penyelesaian RUU.
"Saya menghargai upaya dan kerja keras masyarakat yang mendorong agar DPR menjadi lebih baik lagi," kata Bamsoet melalui keterangannya, Minggu (25/11/2018).
Menurut dia, kritikan dari masyarakat tentu bentuk cinta mereka kepada anggota legislatif supaya terus bisa memperbaiki kinerjanya. Namun, terkait penyelesaian RUU juga menjadi tanggung jawab bersama pemerintah.
"Sesuai dengan ketentuan yang ada, pembuatan UU di DPR harus bersama-sama dengan pemerintah. DPR tidak bisa sendirian apalagi bertindak suka-suka. Kalau kita mau jujur pembahasan sebuah RUU tidak hanya tanggung jawab DPR RI saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab bersama dengan pemerintah," ujarnya.
Ia mencontohkan pembahasan RUU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), pemerintah hingga saat ini belum mengirimkan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM). Sehingga, hal ini berdampak belum bisa dimulainya pembahasan terhadap RUU tersebut oleh DPR.
Selain itu, pembahasan RUU Karantina Kesehatan juga mengalami kendala karena adanya pergantian Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang mewakili pemerintah, Dirjen yang baru memerlukan waktu untuk mempelajari substansi RUU.
Namun, kata dia, setelah terus menerus diberikan warning oleh DPR RI termasuk menghubungi Menteri Kesehatan. Akhirnya, rapat pembahasan bisa kembali dilanjutkan dan RUU tersebut bisa disahkan pada Juli 2018 kemarin.
"Artinya, kita bisa lebih jauh lagi meneliti apa penyebab pembahasan sebuah RUU tertunda. Apakah karena disebabkan kelambatan pihak DPR atau pemerintah yang sering kali tidak hadir dalam rapat kerja dengan komisi terkait?," jelas dia.
Oleh karena itu, Bamsoet mengatakan sampai saat ini DPR terus berupaya agar berbagai hambatan yang terjadi dalam proses meningkatkan kinerja kedewanan bisa selalu diselesaikan secara tepat dan cepat, baik itu melalui pertemuan formal maupun informal antara wakil pemerintah dan komisi terkait.
"Walau masa tugas periode kami kurang dari satu tahun lagi, namun percayalah kami tidak akan pernah berhenti untuk melakukan perbaikan-perbaikan. DPR juga semakin terbuka dan siapa pun bisa datang ke DPR, kapan pun mereka mau tanpa ada yang menghalangi," tandasnya.[ris]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PS4P19
No comments:
Post a Comment