Pages

Monday, November 19, 2018

Dradjad: Paket Ekonomi Jilid XVI Bukan Obat CAD

INILAHCOM, Jakarta - Defisit neraca transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) tidak bisa ditambal hanya dengan mengandalkan paket kebijakan ekonomi jilid XVI.

Apalagi dalam beleid yang baru diluncurkan Jumat (16/11/2018) itu, pemerintah melepas 54 sektor usaha kecil dan menengah (UKM) dari daftar negatif investasi (DNI). Investor asing leluasa memiliki modal sektor tersebut hingga 100%.

"Jadi dari sisi ekonomi, itu tidak akan efektif untuk menolong (defisit) neraca pembayaran," kata ekonom Dradjat Wibowo dalam sambungan telpon, Senin (19/11/2018).

Sebab, pelapasan DNI itu pada sektor usaha kecil menengah (UKM), sehingga dampaknya tidak terlau besar. Kebijakan ini malah akan berdampak negatif pada pelaku usaha tumah tangga. Dampaknya pun akan langsung dirasakan oleh pelaku usaha rumah tangga tersebut. "Karena relatif kecil-kecil. Jadi tidak akan efektif menolong neraca pembayaran," ujar dia.

Diketahui pada pekan lalu, Presiden Joko Widodo meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid XVI. Isinya cukup bikin kaget, pemerintah merelaksasi sejumlah sektor dari daftar negatif investasi (DNI).

Setidaknya 54 bidang usaha dicopot dari DNI. Di mana, ke-54 sektor usaha itu notabene kelas usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dibuka untuk masuknya investor asing. Tak tanggung-tanggung, asing diperbolehkan menguasai saham UMKM itu hingga 100%.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2A3gjUQ

No comments:

Post a Comment