
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengritisi terkait beredarnya foto dan video anggota Brimob menggendong Konglomerat Sri Dato Tahir. Menurutnya, tradisi seperti itu biasanya hanya dilakukan anggota kepada pimpinan atau senior.
"Secara tradisi, dibopong pasukan seperti ini menunjukkan penghormatan dan loyalitas. Biasa dilakukan pada pimpinan atau senior yang dianggap layak," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (17/11/2018)
Ia menilai apa yang dilakukan Korps Brimob terhadap Dato tahir adalah bentuk penghormatan seperti biasa dilakukan anggota ke pimpinan. Namun mengingat Tahir adalah pihak swasta, ia menilai lebih baik lebih dipertimbangkan sebelumnya.
"Nah, apa yang dilakukan pasukan Brimob terhadap Dato' Tahir bisa dimaknai sebagai bentuk penghormatan. Tapi mestinya pimpinan Brimob mempertimbangkan juga soal kepatutannya," ulasnya.
Diketahui, belakangan warga net ramai membicarakan terkait beredarnya foto dan video konglomerat Sri Dato Tahir, pemilik kelompok usaha Mayapada Grup sedang digendong puluhan anggota Brimob.
Sebelumnya, di lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Senin 12 November 2018 kemarin, 10 orang secara resmi diangkat sebagai warga kehormatan ( Wahor ) Brimob.
Pemberian gelar Warga Kehormatan menurut Komandan Korps Brimob Polri Irjen. Rudy Sufahriadi diberikan dalam rangka HUT Brimob yang ke - 73 kepada mereka yang dianggap berjasa terhadap Brimob.
"Kami memberikan warga kehormatan ke beberapa pati (perwira tinggi) Polri. Namun demikian ada satu pengusaha yang menjadi pertanyaan, apa yang menjadi pertimbangannya," katanya.
Ia menambahkan gelar warga kehormatan tak hanya terbatas untuk anggota Polri. Sebagai contoh, satuan Brimob di daerah memberi gelar tersebut kepada bupati. Terkait pemberian penghargaan terhadap Dato Sri Tahir sebagai warga kehormatan, diakuinya karena kontribusinya diantaranya merehabilitasi gedung pusat pendidikan (pusdik) Korps Brimob, yang selama ini tidak terjangkau APBN. [hpy]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2KbUSpo
No comments:
Post a Comment