
INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melakukan investigasi internal terkait dugaan penyimpangan dana kemah dan apel pemuda tahun 2017.
Sekretaris Kemenpora Gatot Dewa S Broto menyebut pihaknya masih ingin memastikan setiap prose mulai dari perencanaan hingga penyelenggaraan kemah dan apel pemuda yang kini berujung dikepolisian tersebut.
"Saat ini kami sedang mengumpulkan informasi dari internal kami. Karena kalau (soal) kegiatannya tidak fiktif, itu memang riil nyata ada itu. Kami ingin tahu dari internal kami, kenapa masalah (dana kemah) itu muncul," katanya, Sabtu (24/11/2018).
Kegiatan yang diikuti PP Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor tersebut digelar di Prambanan, DIY, tahun 2017. Pengecekan di internal sambung Gatot juga dilakukan untuk mengetahui penggunaan anggaran.
"Betul ada anggaran yang dikeluarkan. Makanya ini kami sedang tracing ulang berapa riil konkret besarannya," sambung dia.
Termasuk, soal pengembalian duit Rp 2 miliar dari Ahmad Fanani, ketua kegiatan apel dan kemah pemuda yang mewakil PP Pemuda Muhammadiyah.
Sebelumnya Ketum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak usai diperiksa pada Jumat (23/11/2018) malam mengatakan inisiasi dibuatnya kegiatan bersama Pemuda Muhammadiyah dan GP Ansor berasal dari Menpora Imam Nahrawi. Imam, menurut Dahnil, ingin dibuatkan kegiatan bersama yang intinya dimaksudkan agar menunjukkan tidak ada konflik horizontal di masyarakat di tengah isu-isu negatif soal pemerintah.
Dahnil kecewa terhadap panggilan polisi yang seakan-akan terjadi dugaan tindak pidana korupsi. Sebab kegiatan apel dan kemah pemuda Islam dimaksudkan untuk membantu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat di tengah isu negatif yang menyerang pemerintah.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2P1kXbe
No comments:
Post a Comment