Pages

Saturday, November 10, 2018

Metode Kampanye Dua Paslon Pilpres Dikritisi

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Politik Kedai Kopi Hendri Satrio mengritisi cara komunikasi politik dan kinerja kedua tim kampanye dua pasang calon presiden dan wakil presiden.

Pasalnya, dalam kurun waktu singkat dunia perpolitikan Indonesia diwarnai kata-kata tak lazim. Bahkan spekulasi berkembang ini jadi metode baru kampanye dengan 'perang kata'. Hendri menilai sebaiknya kedua bakal calon bergerak atau mengambil langkah sesuai substansi.

"Mustinya mereka bergerak di atas substansi yah," katanya kepada INILAHCOM, Sabtu (10/11/2018).

Ia menyebut, pada dasarnya tidak masalah jika kedua pasang calon sudah mulai mengungkap ke pubik apa yang menjadi visi dan misi mereka dalam menghadapi Pilpres 2019.

"Gak masalah kan ngomongin visi misi dari sekarang," ujarnya.

Ia menilai daripada harus berdebar verbal atau 'perang kata' lebih baik kedua calon sosialisasikan visi misinya masing-masing tanpa harus mengeluarkan terminologi-terminologi politik baru yang membingungkan masyarakat.

"Gak usah nunggu debat-debatan daripada ngeluarin judul film itu, Genderuwo, Sontoloyo itu kan bagus buat judul film horor," tandasnya. [hpy]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Pnr12M

No comments:

Post a Comment