
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Hubungan Internasional Prabowo-Sandi, Irawan Ronodipuro menyesalkan adanya pihak yang menyalah artikan statement calon presiden 2019 Prabowo Subianto soal pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem.
Dia menjelaskan saat itu sejatinya Prabowo pertanyaan wartawan asing terkait pandagannya soal rencana pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem ditengah acara Indonesia Economic Forum 2018.
"Jelas saya berada di sana (Indonesia Economic Forum 2018) saat itu. Pernyataan Pak Prabowo soal pemindahan Kedubes Australia ke Yerusalem itu juga disalahartikan. Bahkan ada media yang pelintir juga," ujar Irawan Ronodipuro, Minggu (25/11/2018).
Irawan pun menyayangkan adanya pihak yang menggiring isu ini agar terus berpolemik lantaran berbeda pandangan politik.
"Jangan hanya karena berbeda pandangan politik lantas menyerang membabi-buta. Padahal dikenal sebagai tokoh agama, padahal tahu perjuangan Pak Prabowo untuk Palestina. Tapi lantaran pernah diperiksa KPK jadi takut dengan penguasa. Dan menyebarkan cerita salah yang menyerang Prabowo. Menjilat penguasa," tandasnya.
"Silakan tanya ke warga Palestina. Silakan tanya ke Duta Besar Palestina yang pernah di Indonesia Fariz N Mehdawi. Prabowo langsung mengirim bantuan ketika Israel menginvasi Palestina. Bantuan Prabowo ini bukan karena apa-apa. Tapi ini karena kemanusiaan dan keadilan," pungkasnya.
No comments:
Post a Comment