Pages

Saturday, November 17, 2018

Tolak Syariah, Setara Institute Bela Grace Natalie

INILAHCOM, Jakarta - Setara Institute membela sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memutuskan untuk menolak adanya Perda Syariah dan Perda Injil bukan merupakan pelanggaran atau penistaan agama, melainkan sikap politik dari PSI.

Wakil Ketua Setara Institute Bonar Tigor Naipospos mengatakan, perbedaan sikap dalam demokrasi merupakan hal yang lumrah. Sehingga langkah diambil oleh PSI itu merupakan sikap dari satu partai terhadap rencana kebijakan yang akan dibuat.

"Dalam demokrasi seseorang, kelompok ataupun partai punya pendapat politik masing-masing. Apa yang dilakukan PSI khususnya ketumnya merulakan posisi politik PSI. Itu hal normal," katanya saat dihubungi, Sabtu (17/11/2018).

Menurut dia, perbedaan sikap itu seharusnya diselesaikan melalui jalur politik, bukan malah perbedaan itu diselesaikan melalui jalur hukum.

Sebelumnya, Eggy Sudjana melaporkan Grace Natalie ke Bareskrim Polri karena Grace dianggap sebagai penista agama. Alasannya karena Grace mengatakan partainya menolak Perda Injil dan Syariah karena hukum di Indonesia mesti universal berlaku untuk semua agama, tidak parsial.

"Karena dia inginkan ada Perda syariah atau tidak, itukan langkah politik. Perjuangkan saja secara politik. Jadi enggak ada relevansinya. Langkah Eggy Sudjana ini mengada-ada," jelas Bonar.

Namun, Bonar mengingatkan, agama sebaiknya tidak diatur secara norma dalam satu aturan baku. Sebab dalam Pancasila, dia mengatakan, agama telah dirangkul dengan apik sebagai pedoman etis.

"Indonesia bukan negara agama. Walaupun kemudian tetap menempatkan agama di posisi yang penting. Agama dijadikan pedoman etis, tapi bukan menjadi norma. Karena itu gugatan Eggy Sudjana tidak berdasar," tutupnya.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2qST3Va

No comments:

Post a Comment