
INILAHCOM, Jakarta - Sektor industri pengolahan berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi atau Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional 2018. Bahkan, sektor ini mengalahkan sektor migas dan nonmigas.
"Apabila dilihat dan dibandingkan sektor-sektor yang lain, kontribusi industri pengolahan adalah tertinggi yakni 19,89 persen," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/12/2018).
Sementara, sektor migas dan non migas memiliki kontribusi sebesar 17,66% pada PDB. Kemudian disusul sektor pertanian 13,47%; perdagangan 13,03%; konstruksi 10,34%; pertambangan 8,03 persen. Dan yang paling buncit pengadaan air. Airlangga mengatakan, bila menginginkan pertumbuhan ekonomi yang cukup besar, maka sektor industri pengolahan harus diperbaiki dan digalakan kembali. Sehingga, kontribusi PDB secara nasional ke depan akan jauh lebih tinggi.
"Di sini menunjukan bahwa dibandingkan sektor sektor yang lain, sektor industri pengolahan paling tinggi. Kalau kita ingin memperbaiki pertumbuhan ekonomi maka yang terjadi prioritas yang diperbaiki faktor pengalihannya besar adalah sektor industri pengolahan atau sektor industri manufaktur," kata dia.
Kemudian, bila dilihat dari lima sektor yang berkontribusi besar terhadap PDB Nasional 2018 didorong industri makanan dan minuman yang mencapai 6,34%. Kemudian industri kimia sebesar 2,98%, dan Barang logam, komputer, barang elektronika, mesin, dan perlengkapan 2,16%. "Sedangkan alat angkutan berkontribusi sebesar 1,86 persen, tekstil dan pakaian jadi mencapai 1,13 persen," kata dia. [ipe]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2LqKjPI
No comments:
Post a Comment