Pages

Tuesday, December 18, 2018

Berdalih Lingkungan, Cukai Plastik Siap Diterapkan

INILACOM, Jakarta - Pemerintah bakal mengenakan cukai untuk kantong plastik demi mengerek penerimaan negara. Tahun depan, target cukai plastik Rp500 miliar.

Menurut Sekretaris Menko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, penerimaan cukai plastik dan barang kena cukai (BKC) lainnya, pada APBN bukan baru dilakukan. Namun sudah dikerjakan sejak 2017. Hanya saja, pembahasannya cukup alot.

"Mengenai rencana pengenaan cukai terhadap kemasan plastik (kantong plastik). Kalau kami lihat rencana pemerintah sudah digulilrkan sejak beberapa tahun lalu. Di 2017 malah sudah disiapkan target penerimaannya Rp1 triliun dalam APBN. Namun 2018 disiapkan Rp500 miliar, dan tahun depan juga sama Rp500 miliar," kata Susiwijono di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Dia mengatakan, pemerintah menyiapkan rencana pungutan cukai terhadap kantong plastik, lantaran dianggap sebagai biang kerok permasalahan lingkungan. Dengan aturan ini, penggunaan plastik bisa lebih mudah dikendalikan.

"Barang yang dikarakteristiknya perlu dilakukan pengendalian untuk konsumsi, pengawasan terhadap peredaran, dan barang yang pemakaiannya bisa timbulkan dampak negatif baik masyarakat atau lingkungan hidup. Dan keempat, barang yang pemakaiannya perlu dibebani pungutan untuk menekankan aspek keadilan," ujar dia.

Namun, kata dia, pengenaan cukai plastik bukan semata untuk penerimaan negara saja. Dimana penerimaan sebesar Rp500 miliar itu hanya 0,3 persen dari target penerimaan cukai tahun depan yang sebesar Rp165,5 triliun.

"Tujuan utamanya adalah pegnawasan produksi, dan pemakaiannya menimbulkan dampak negatif. Ini lumayan tepat untuk produk plastik," kata dia.

Dimana berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, ada 9,8 miliar lembar sampah kantong plastik yang dihasilkan tiap tahun dan mencemari lingkungan. Dan ini menurut mereka bisa mencemari lingkungan selama lebih dari 400 tahun.

"Dari jumlah ini hanya 5% yang bisa didaur ulang. Sisanya menguasai hampir 50% lahan TPA, dan butuh waktu lebih dari 100 tahun untuk terurai," kata dia. [ipe]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2A31dPU

No comments:

Post a Comment