
INILAHCOM, Malang - Almarhum Kiai Buchori Amin saat ini masih menjabat Wakil Rois Syuriah PCNU Kabupaten Malang. Warga Malang pun berduka atas kepergian Kiai yang santun dan terkenal dengan julukan Singa Podium saat berada diatas mimbar.
Kiai Buchori Amin, menghembuskan nafas terakhir pada Sabtu (15/12/2018) sekira pukul 14.30 wib, saat memberikan Tausiah Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Wisuda Madrasah Diniyah Al Ishlahiyah, di Yayasan Ponpes Al Ishlahiyah Singosari, Kabupaten Malang.
Saat menyebut kata beruntungnya manusia yang tidak pernah bertemu Nabi Muhammad SAW tapi beriman dan mengimani Nabi Muhammad SAW, tiba-tiba tubuh Kiai Buchori terhuyung dan jatuh ke kursi. Mikrophone yang dipegangnya sampai terjatuh. Setelah dibawa ke BKIA Muslimat NU Singosari yang berjarak 500 meter dari tempat acara, Kiai Buchori Amin dinyatakan meninggal dunia.
Siapa sebenarnya Kiai Buchori Amin? Singa Podium ini sebenarnya seorang politisi gaek yang sudah sangat tersohor namanya. Kiai Buchori, disebut-sebut tokoh sekaligus murid kesayangan mendiang Buya Ismail Hasan Metareum, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) era tahun 1989 sampai 1998 silam.
Kiai Buchori pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Malang. "Kiai Buchori orang yang tegas dan bersahaja. Panutan umat khususnya di Malang ini, pada tahun 1990 an beliau pernah menjabat Ketua DPRD Kabupaten Malang beberapa periode," ungkap Abah Djuari, teman dari Kiai Buchori semasa hidup, Sabtu (15/12/2018) malam.
Dimata Abah Djuari, Kiai Buchori Amin lebih memilih maqomnya sebagai kiai atau ulama setelah tak lagi terjun di dunia politik. "Kenangan dengan Kiai Buchori setahun yang lalu. Usai perayaan hari santri, beliau ke rumah saya. Kita ngobrol saat-saat masih di PPP dulu," beber Abah Djuari.
Kebanggaan bersama PPP memang tak bisa dilupakan Abah Djuari dan almarhum. "Saat masih di PPP saya ini Satgasnya. Kita mahir beladiri Debus, saat itu masih eranya Gus Maksum dan Kiai Alawi Muhammad. Kita debus sampai ke Madura," kenang Abah Djuari sewaktu bertemu Kiai Buchori Amin setahun lalu.
Dimata Abah Djuari, Kiai Buchori sudah menemukan maqomnya setelah tidak lagi menjadi politisi. "Beliau (Kiai Buchori Amin-red) suda fokus ngungguhi maqam kiai atau ulama saja. Tidak lagi berpolitik sampai tutup usianya," kata Abah Djuari.
Sementara itu, Mufidah, keluarga dekat Kiai Buchori Amin menuturkan, Kiai Buchori punya riwayat sakit jantung. "Memang punya riwayat sakit jantung mas," terang Mufidah.
Rencananya, jenasah Kiai Buchori Amin akan dimakamkan di Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.[beritajatim]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QSH3ln
No comments:
Post a Comment