Pages

Monday, December 10, 2018

CAD Zaman Jokowi Bolong Besar, Tim Ekonomi Ngeyel

INILAHCOM, Jakarta - Masalah ekonomi yang mendera pemerintahan Joko Widodo, tidak bisa dipandang remeh. Mulai soal instabilitas harga komoditas, kemiskinan dan pengangguran kini mencuat defisit transaksi berjalan alias Current Account Deficit (CAD).

Pada November lalu, Bank Indonesia (BI) mempublis data CAD kuartal III-2018 sebesar US$8,8 miliar. Atau 3,37% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Naik lumayan signifikan ketimbang kuartal II-2018 yang mencapai US$8 miliar. Atau setara dengan 3,02% dari PDB.

Jauh-jauh hari, ekonom senior DR Rizal Ramli sudah memprediksikan adanya kenaikan CAD. Beberapa kali dirianya mengingatkan tim ekonomi Kabinet Kerja yang digawangi Menko Perekonomian Darmin Nasution. Bahwa fundamental ekonomi Indonesia tidak kuat-kuat betul, apalaggi sejak dua tahun lalu. "Itu terjadi karena sejak dua tahun yang lalu tidak ada terobosan di sektor riil," tegas mantan Menko Kemaritiman Kabinet Kerja ini.

Andai tim ekonomi Jokowi merespons cepat peringatan RR, sapaan akrab Rizal Ramli, tentu bolongnya neraca transaksi berjalan bisa dicegah. Selama ini, tim ekonomi Jokowi terkesan menyepelekan masalah ini. Dan memilih untuk sibuk mengotak-atik Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Risiko makro ekonomi terus meningkat dua tahun terakhir! Pejabat-pejabat hanya nyanyi ramai-ramai, Fundamenal Ekonomi Kuat. Apanya yang kuat?" sindir RR.

Ke depan, mantan Menko Ekuin era Presiden Gus Dur ini berharap, tim ekonomi bisa lebih bijak dalam menanggapi setiap kritik yang bertujuan untuk memperbaiki bangsa. Tim Jokowi, sambungnya, jangan hanya sibuk membantah, tapi tidak diikuti aksi nyata. "Jangan cuman ngeyelnya yang kuat," papar Rizal.[ipe]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2SDWRpk

No comments:

Post a Comment