
INILAHCOM, Beijing - Dengan pembicaraan perdagangan akhir pekan dengan AS sebagai "sangat sukses," pemerintah China mengatakan akan mulai menerapkan dengan cepat rencana khusus yang disepakati dengan AS.
Hal itu menurut pernyataan yang diterbitkan oleh juru bicara Kementerian Perdagangan China di situs webnya, Rabu (5/12/2018). "Tim ekonomi dan perdagangan dari kedua belah pihak akan secara aktif mempromosikan kerja konsultasi dalam 90 hari sesuai dengan jadwal dan peta jalan yang jelas," kata pernyataan resmi tersebut seperti mengutip marketwatch.com.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan kedua negara itu tidak dapat menyimpulkan kesepakatan perdagangan bahkan setelah pembicaraan optimis pada pertemuan G-20 selama akhir pekan di Argentina.
Dengan perjanjian perdagangan AS-Cina memicu pelemahan di pasar AS pada Selasa kemarin. Indeks Dow Jones Industrial Average DJIA, -3,10% tenggelam hampir 800 poin. Dalam serangkaian tweet, Trump mengatakan AS setuju untuk menunda kenaikan tarif China selama 90 hari untuk memungkinkan negoisasi terjadi.
Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan kedua negara itu tidak dapat menyimpulkan kesepakatan perdagangan bahkan setelah pembicaraan optimis pada pertemuan G-20 selama akhir pekan di Argentina.
Pernyataan itu datang sehari setelah Presiden Donald Trump mengatakan, kedua negara tidak dapat menyimpulkan kesepakatan perdagangan bahkan setelah pembicaraan optimis di pertemuan G-20 akhir pekan lalu di Argentina.
Keduanya sepekat untuk menunda tarif tambahan pada barang satu sama lain pada 1 Januari, sehingga pembicaraan perdagangan dapat dilanjutkan. Tetapi perbedaan mengenai kapan gencatan senjata itu akan dimulai telah menyebabkan kebingungan, dengan pesan-pesan yang bertentangan datang dari dalam Gedung Putih serta berbagai pendapat berbeda dari Trump, Washington, dan Beijing mengenai rincian sebenarnya dari perjanjian tersebut.
Artinya mereka menyetujui moratorium 90 hari terhadap ancaman untuk menaikkan tarif impor lebih dari US$200 miliar hingga 25% dari 10%.
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2UepqLz
No comments:
Post a Comment