Pages

Thursday, December 27, 2018

Dianggap Ganjil, Amien Rais Diminta Abaikan Kritik

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Sekjen DPP PAN Saleh Partaonan Daulay mengatakan Pendiri PAN Amien Rais tidak perlu memusingkan surat terbuka atau kritikan yang dilayangkan terhadapnya.

"Amien Rais dan PAN tentu tidak perlu menganggap serius terhadap surat tersebut. Sebab, ada banyak keanehan dan keganjilan dari surat tersebut yang perlu dipertanyakan," katanya kepada INILAHCOM, Kamis (27/12/2018).

Ia menjelaskan ada beberapa keganjilan dan keanehan dalam surat terbuka tersebut. Diantaranya, surat tersebut ditulis dan ditandatangani oleh mereka yang sudah lama sekali tidak aktif dan tidak mengikuti isu dan arah perjuangan politik PAN.

"Karena itu, landasan surat itu tidak jelas," uajrnya.

Selain itu, fakta menunjukkan Amien Rais masih tetap konsisten dalam memperjuangkan reformasi dan berupaya membawa perbaikan bagi bangsa Indonesia.

"Kalaupun ada perbedaan dengan pemerintah yang berkuasa, itu harus dimaknai sebagai bagian dari semangat untuk memperbaiki kehidupan sosial politik yang dinilainya belum berpihak sepenuhnya bagi kesejahteraan rakyat," ujarnya.

Tak hanya itu, permintaan agar Amien Rais mundur dari kehidupan organisasi sosial dan politik dinilai mencederai demokrasi dan potensial melanggar UUD 1945.

"Khususnya pasal tentang kebebasan bersyarikat dan berkumpul. Amien Rais sebagai warga negara dijamin hak-haknya untuk berkiprah di organisasi mana pun, termasuk organisasi politik," ujarnya.

Tak hanya itu keanehan juga terbaca karena secara kepartaian, Amien Rais tidak terlibat langsung dalam mengurus dan mengambil keputusan di PAN.
"Malah justru sebagai ketua dewan kehormatan, para penguruslah yang sering meminta pendapat dan nasehat beliau," ungkapnya.

Ia menambahkan, aktivitas Amien Rais di luar PAN tidak bisa dikaitkan dengan kiprah dan garis politik PAN secara langsung. Itu adalah hak dan kewajiban Amien Rais yang justru dapat dinilai sebagai bagian dari upaya menjaga moral dan keadaban bangsa.

"Surat itu ditandatangani oleh salah seorang yang sudah mengundurkan diri dari PAN sejak 15 Mei 2014. Sebagai orang yang sudah mengundurkan diri, tentu sangat tidak tepat jika ikut campur lagi urusan PAN," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan, lima pendiri PAN Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohamad, Toeti Heraty, dan Zumrotin melayangkan surat terbuka untuk mengritisi pernyataan dan sikap politik Amien Rais. Mereka meminta Amien Rais untuk berhenti dari dunia politik praktis dan keanggotaan PAN.

Ada sejumlah alasan yang membuat lima pendiri PAN mengeluarkan pernyataan tersebut.

Pertama, Amien Rais dinilai cenderung eksklusif dan tidak menjaga kerukunan bangsa di setiap pernyataannya. Kedua, Amien Rais disebut telah mendukung dan bergabung dengan politisi yang akan mengembalikan kekuatan orde baru.

Ketiga, Amien Rais dinilai telah menjadikan agama sebagai alat meraih kekuasaan. Keempat, Amien Rais juga disebut telah memperkeruh suasana karena menyebarkan berita kebangkitan PKI. Terakhir, Amien Rais disebut berat menyerahkan PAN kepada generasi berikutnya karena terus menerus mengeluarkan manuver politik. [hpy]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GJVkNz

No comments:

Post a Comment