
INILAHCOM, Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA), menargetkan dapat memiliki sebesar 30% saham di Pawoon, aplikasi Point of Sales (POS) berbasis cloud di Indonesia.
Transaksi tersebut mempertimbangkan pertumbuhan eksponensial Pawoon, melonjak 28 kali lipat selama 24 bulan terakhir. Untuk itu Pawoon menawarkan ekspansi bisnis menarik dan pertumbuhan potensial untuk DIVA di luar tiga sektor yang saat ini mendukung bisnis perusahaan.
Sebagian besar pemain di industri F & B adalah UKM, sehingga menjadikannya industri yang kompleks tetapi tidak dapat disangkal relevan dalam perekonomian Indonesia. Demikian mengutip keterbukaan informasi BEI, Jumat (7/12/2018).
Apalagi F&B dianggap sebagai salah satu yang paling menguntungkan dari sepuluh kelompok industri yang diprioritaskan oleh pemerintah Indonesia di bawah Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional Tahun 2015-2035, DIVA menargetkan dapat memasuki sebuah pasar yang memperoleh nilai perputaran tahunan hingga Rp27,5 triliun atau setara dengan US$1,83 miliar hanya di Jakarta.
Sementara, Ahmad Gadi, Pendiri dan CEO Pawoon menjelaskan investasi ini akan menjadi langkah strategis yang memposisikan Pawoon dan DIVA di sweet spot. Bahkan menjadi titik tengah untuk mengakselerasi pertumbuhan eksponensial dan memasuki salah satu bisnis miliaran dollar di Asia Tenggara.
Menurut dia, suntikan dana segar dari DIVA akan diarahkan untuk pengembangan produk serta mempercepat akuisisi merchant di penjuru negeri, dengan potensi jutaan bisnis.
Pawoon melayani bisnis dengan semua ukuran, dari UKM dengan satu warung hingga perusahaan besar atau franchise dengan ratusan outlet. Bisnis ini, terutama bisnis yang lebih kecil, cenderung mengandalkan pena dan kertas serta metode konvensional lainnya, yang terbukti tidak mencukupi dan tidak efisien.
Dengan demikian seiring dengan tujuan utama Pawoon untuk membangun ekosistem yang lengkap bagi para pelaku bisnis, menyediakan tidak hanya sekadar software yang lengkap, juga menyimpan, mengelola layanan pembayaran, menyediakan akses terhadap pendanaan, dan menyempurnakan supply chain.
Dengan data transaksional berjumlah besar, yang jika terorganisir akan membantu membangun nilai tambah terhadap perusahaan merchants
Sejak peluncuran produk pertamanya pada 2015, aplikasi POS Pawoon telah digunakan oleh lebih dari 10.000 merchants, tersebar di lebih dari 200 kota di Tanah Air. Sejumlah merek lokal terkenal telah menjadi klien Pawoon di antaranya adalah Go-Pay, Geprek Bensu, Dum Dum Thai Tea, Bakso Lapangan Tembak, Mango Bomb, dan banyak lainnya.
Sementara PT Distribusi Voucher Nusantara (DIVA) baru saja melaksanakan IPO dengan melepas 400 juta saham pada akhir November 2018. Dengan harga IPO sebesar Rp2.950, perseroan mengantongi dana hasil IPO sebesar Rp632 miliar.
Sebesar 55% dari dana tersebut akan digunakan perseroan untuk modal kerja, sebesar 40% untuk pengembangan operasional dan teknologi informasi, sedangkan sisanya akan dikerahkan untuk aktivitas operasional perseroan.
No comments:
Post a Comment