Pages

Tuesday, December 11, 2018

Elon Musk Tertarik Beli Pabrik GM yang 'Nganggur'

INILAHCOM, New York City - CEO Tesla Elon Musk kembali membuat kejutan dengan mengatakan siap untuk membeli pabrik-pabrik General Motors (GM) yang 'menganggur' menyusul restrukturisasi perusahaan.

Hal tersebut diutarakannya dalam acara 60 Minutes yang ditayangkan oleh stasiun televisi CBS News, baru-baru ini.

"Itu memungkinkan bahwa kami akan tertarik. Jika mereka akan menjual pabrik atau tidak menggunakannya, kami akan mengambil alih," kata Musk.

Belum lama ini, GM memang mengumumkan akan memangkas sekitar 14.000 karyawannya dan menutup sejumlah pabrik sebagai bagian dari program restrukturisasi di mana perusahaan ini akan fokus ke pengembangan mobil listrik dan swakemudi.

Menanggapi rencana GM untuk melipatkangandakan investasinya di mobil listrik, Elon Musk sebagai pemimpin Telsa, perusahaan yang juga fokus pada hal yang sama, mengaku tidak merasa tersaingi.

Dia mengatakan, apabila ada yang bisa memproduksi mobil listrik lebih baik dari Tesla, itu tidak menjadi masalah.

"Jika seseorang datang dan membuat mobil listrik lebih baik dari Tesla dan itu jauh lebih baik dibanding kami sehingga kami tidak bisa menjual mobil-mobil kami dan kami bangkrut, saya tetap berpikir bahwa itu hal yang bagus untuk dunia," ujarnya.

Bahkan, dia pun mengungkapkan bahwa perusahaannya akan membuat paten-paten yang dimilikinya open source (terbuka) dan boleh digunakan oleh siapa pun yang berminat untuk mengembangkannya.

Mengenai kritik pedas belakangan ini bahwa Tesla berada di ambang kegagalan untuk mempertahankan keberadaannya sebagai produsen mobil listrik terbesar di dunia, Musk menanggapi bahwa asumsi para pengkritik itu salah.

Sejak gagalnya Musk untuk memprivatisasi Tesla menjadi perusahaan perorangan karena tidak disetujui para pemegang saham perusahaan publik ini, Tesla telah banyak berubah.

Meskipun diakuinya, kebangkitan kembali Tesla tidaklah mudah, di mana mereka harus bekerja siang malam untuk memenuhi target mobil listrik Model 3 sejumlah 5.000 unit per pekan, Musk mengatakan semua berjalan dengan baik.

Menurut dia, untuk memenuhi target produksi itu, pekerja Tesla harus bekerja 120 jam seminggu dan tidak meninggalkan pabrik.

"Kami ingin membuat ini jelas kepada tim. Mereka perlu tahu betapa beratnya itu bagi mereka," ucapnya.

Model 3 yang diproduksi Tesla mampu berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 3 detik dan mampu menjelajah hingga lebih 300 mil dalam satu kali pengisian daya baterai penuh.

Semula Model 3 akan dijual dengan harga US$35.000 (sekitar Rp510 juta) per unit, tapi rencana itu batal karena ongkos produksinya mencapai US$49.000 (sekitar Rp715 juta).

Musk mengatakan perjuangannya untuk memenuhi produksi target produksi Model 3 itu merupakan perjuangan hidup dan mati demi untuk meraih kondisi yang menguntungkan atau profitable.

"Itu hidup atau mati. Kami kehilangan US$50 juta, terkadang US$100 juta seminggu. Kehabisan uang," katanya.

Namun, lanjut dia, semua itu merupakan pengorbanan untuk menghindarkan Tesla dari kebrangkrutan.

"Ada kritik tanpa henti, tanpa henti dan keterlaluan dan tidak adil. Karena apa yang sebenarnya terjadi di sini adalah kisah sukses Amerika yang luar biasa. Semua orang ini bekerja keras dari siang dan malam untuk mewujudkannya. Mereka percaya pada mimpi itu. Dan itulah kisah yang benar-benar harus diceritakan," papar Musk.

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2QGy9r9

No comments:

Post a Comment