Pages

Wednesday, December 26, 2018

Inilah Tahapan Proyek Pembangunan Kilang Tuban

INILAHCOM, Jakarta - PT Pertamina (Persero) bersama perusahaan migas asal Rusia, Rosneft Oil Company akan membangun sekaligus mengoperasikan kilang minyak yang terintegrasi dengan kompleks Petrokimia (New Grass Root Refinery and Petrochemial/NGRR) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Namun pembangunan kilang ini belum bisa terlaksana karena masih terganjal masalah. Antara lain menunggu izin prinsip dari Kementerian Keungan terkait pemakaian lahan milik Kementerian LHK dan pembebasan lahan milik swasta.

"Proses akuisisi lahan BMN (barang milik negara) KHLK menunggu izin prinsip Menkeu. Ada tahap I dan tahap II, lahan KLHK dan (lahan milik) orang lain," kata Wakil Menteri ESDM Asrchandra Tahar di kantornya, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Namun, dia tidak merinci untuk mendapat izin prinsip dari Kemenkeu persyaratan apa yang harus dipenuhi. Hanya saja, dia menyebut izin prinsip itu tengah diproses. Kemudian, dia juga tidak merinci sudah sejauh mana pembebasan lahan milik swasta.

"(Untuk izin prinsip) sekarang lagi proses yang KHLK," kata dia.

Sebelumnya Arcandra memastikan bila pembangunan kilang Tuban tidak jadi dipindahkan. Kata dia, pembangunan tetap dilakukan di lokasi semula.

"(Pembangunan) Kilang Tuban tidak pindah tetap. Lahannya lagi dibebasin," kata Arcandra di Gedung ESDM, Jakarta, Jumat (15/12/2018).

Adapun sebelumnya pembangunan kilang ini akan dipindahkan ke Situbondo. Hal itu dikarenakan ada masalah pembebasan lahan.

Namun setelah dievaluasi ternyata lokasi Situbondo juga wilayah yang tidak mudah dijadikan lokasi pembangunan kilang. Salah satu penyebabnya yakni Situbondo l berdekatan dengan area latihan militer dan berdekatan dengan lokasi Gunung Ijen.

Kilang Tuban merupakan kilang baru dengan kapasitas 300 ribu barel per hari (bph). Kilang akan dikelola Pertamina-Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP), perusahaan patungan Pertamina dengan Rosneft.

Kilang Tuban akan mampu menghasilkan berbagai produk BBM seperti gasoline sebesar 80 ribu (bph), Solar 99 ribu (bph) dan Avtur 26 ribu (bph).

Salah satu andalan kilang Tuban kata Arcandra kemampuan dalam petrokimia kelak. Meskipun ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM), namun kilang tetap akan beroperasi meskipun terjadi perubahan pola konsumsi energi masyarakat. Termasuk jika terjadi peningkatan penggunaan kendaraan listrik.

Untuk produk baru petrokimia adalah polipropilen 1,3 juta ton per tahun, polietilen 0,65 juta ton per tahun, stirena 0,5 juta ton per tahun dan paraksilen 1,3 juta ton per tahun.

"Tidak masalah (shifting ke kendaraan listrik) karena kita desain kilangnya diubah menjadi petrokimia," kata dia. [hid]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2GHvCJz

No comments:

Post a Comment