"Mulai tahun 2019 juga diperlakukan penutupan pendakian. Penutupan pendakian itu dilakukan untuk memberikan kesempatan alam agar beristirahat," ujar Kepala BKSDA Wilayah V Jawa Timur, Sumpena (5/12/2018).
Penutupan itu, kata Sumpena, dapat memberikan kesempatan bagi pihaknya, komunitas ataupun masyarakat untuk melakukan pembersihan sampah di Gunung Ijen. Selain itu, bisa juga menjadi wadah untuk kegiatan lain yang berkaitan dengan lingkungan.
"Penutupan pendakian Ijen hanya satu hari setiap bulan karena alam juga butuh jeda. Butuh istirahat karena setiap malam ratusan pendaki yang naik apalagi saat musim libur bisa 2 ribu orang lebih," jelas Sumpena.
Selain itu, tahun depan BKSDA juga memberlakukan aturan lain. Yakni terkait tiket masuk ke Gunung Ijen.
"Tahun 2019, para pendaki sudah bisa membeli tiket masuk Gunung Ijen secara online. Ini untuk mempermudah masyarakat yang akan berencana untuk mendaki," terangnya.
Penjualan tiket online tersebut, lanjut Sumpena, dimaksudkan untuk memantau jumlah pendaki gunung Ijen. Tiket online juga memudahkan pendaki mengatur jadwal pendakian lebih terencana.
"Yang pasti jumlahnya di bawah seribu pendaki per hari, untuk berapa detailnya dalam kajian. Tapi untuk pembelian tiket online sudah bisa dilakukan mulai 2019 melalui agen perjalanan online. Jadi, mereka bisa merencanakan jauh-jauh hari, pengunjung tidak tiba-tiba datang, lalu naik," jelas Sumpena.
Meski demikian, untuk awal masih akan diberlakukan uji coba. BKSDA juga akan disediakan tiket manual di Paltuding yang jumlahnya tidak lebih dari 100 orang.
"Jadi selama uji coba, kita sediakan tiket manual sebagai antisipasi pengunjung dari jauh yang belum mengetahui aturan baru. Ini sama seperti tiket kereta. Jika hari ini sudah habis ya harus pesan tiket di hari lain," pungkasnya.[beritajatim]
]]> from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2MSNJe2
No comments:
Post a Comment