Pages

Sunday, December 16, 2018

Jonan Ngaku Lima Juta Rakyat Belum Nikmati Listrik

INILAHCOM, Jakarta - Menteri ESDM Ignasius menjelaskan, target rasio elektrifikasi sebesar 99,9% oada 2019, bertujuan agar tidak adalagi warga Indonesia yang belum menikmati listrik pasca 74 tahun merdeka.

"Kami usahakan sampai 2019 tidak ada anak bangsa yang tidak menikmati penerangan, masa 74 tahun merdeka ada yang tidak menikmati penerangan," kata Jonan dalam siaran pers, Jakarta, Minggu (16/12/2018).

Menurut Jonan, rasio elektrifikasi saat ini, mencapai 98,1%. Capaian ini melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pada 2019 sebesar 97,5%. Namun, masih ada sekitar 2% atau lebih dari 5 juta masyarakat yang belum menikmati penerangan.

Kata Jonan, Tantangan untuk menuju rasio elektrifikasi 99,9% juga tidaklah mudah, diperlukan kesungguhan untuk mencapai target tersebut, mengingat wilayah yang harus dilistriki berada di wilayah yang terpencil dan sulit dijangkau.

"Cara untuk mencapainya, terutama untuk menjangkau tempat-tempat terpencil adalah dengan kerja sungguh-sungguh. Tantangannya besar. Salah satu tantangan terbesarnya adalah kapasitas tenaga kerja, karena ini banyak sekali, sehingga tantangan tenaga kerjanya juga besar," kata dia.

Tantangan berikutnya adalah pendanaan. Untuk pendanaan, Menteri Jonan telah mengusulkan kepada DPR agar PT PLN (Persero) memperoleh Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk melakukan penyambungan gratis ke rumah tangga tidak mampu.

"Tantangan yang kedua adalah mengenai anggaran. Kita mengusulkan ke DPR, kalau boleh ada PMN untuk PLN," kata dia.

PMN itu uangnya digunakan khusus untuk penyambungan ke rumah tangga yang kurang mampu, "Mungkin bayar listriknya hanya Rp50 ribu, Rp60 ribu sebulan, sementara biaya sambung listriknya setengah juta sampai satu juta rupiah, ini berat. Kita usul dan akhirnya dapat, tapi tidak penuh," kata dia.

Untuk menutupi kekurangannya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga menggerakkan BUMN untuk bersinergi memberikan fasilitas penyambungan listrik gratis.

"Kemarin PLN lapor ke saya, tahun depan kurang 164 ribu rumah yang mungkin berat untuk membayar sambung listrik. Nanti kita cari cara, Bu Rini (Menteri BUMN) misalnya menggerakkan BUMN-BUMN, apakah CSR atau promosi atau apa namanya yang diizinkan, kita sama-sama. Kita (ESDM) pasang Lampu Tenaga Surya Hemat Energi," jelas Jonan.

Sementara untuk tarif tenaga listrik, pemerintah juga menetapkan tidak ada kenaikan tarif tenaga listrik hingga 2019 mendatang. "Pertimbangannya karena menjaga daya beli. Bapak Presiden selalu mengatakan, coba lihat daya beli masyarakat. Itu saja," kata dia. [ipe]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Ey72IW

No comments:

Post a Comment