
INILAHCOM, Mojokerto - Kuota Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Mojokerto tahun 2019 mengalami kenaikan. Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Mojokerto mendapat jatah kuota dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Jatim sebanyak 2.254 CJH sebagai kuota haji untuk musim haji tahun depan atau naik sekitar 30 persen.
Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Kemenag Kabupaten Mojokerto, Mukti Ali mengatakan, kuota CJH Kabupaten Mojokerto tersebut diketahui sejak bulan Oktober lalu.
"Saat ini, kita masih diminta mendata dan memverifikasi berkas CJH yang masuk dalam kuota itu. Memang untuk kuotanya mengalami peningkatan dibanding tahun 2018 ini," ungkapnya, Senin (3/12/2018).
Masih kata Ali, meski kuota bertambah, bukan berarti tidak ada peluang dalam pengurangan jumlah CJH yang masuk dalam daftar porsi keberangkatan menuju Tanah Suci.
Hingga kini, Kemenag terus berupaya untuk lebih mengefektifkan proses keberangkatan agar tidak terjadi kekisruhan di akhir-akhir jelang puncak musim haji. Salah satunya dengan pendataan CJH yang masuk dalam kuota.
"Pendataan ini dimaksudkan untuk meminta kesanggupan CJH sehingga bisa terdekteksi lebih dini jumlah CJH yang menyatakan menunda atau meninggal dunia. Pendataan juga difungsikan untuk memverifikasi berkas CJH. Terutama berkas merah sebagai syarat untuk melunasi BPIH (Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji)," ujarnya.
Ali menjelaskan, CJH harus sudah berkas merah ke Kemenag Kabupaten Mojokerto untuk disetorkan ke Kemenag pusat. Sehingga dari berkas itu, nantinya bisa ditentukan estimasi jumlah CJH yang sanggup melaksanakan haji tahun depan.
Dari 2.254 kuota CJH, hanya 1.500 CJH lebih yang sudah diserahkan, 700 CJH lebih berkas merah belum masuk.
"Dari kuota itu, akan dipastikan kembali jumlahnya yang sanggup berangkat tahun depan. Yang tidak menyerahkan, sementara waktu mereka dianggap tidak sanggup berangkat dan melunasi BPIH. Tapi, nanti pasti ada formula lain bagi mereka yang belum bisa menyerahkan berkas. Namun sanggup melunasi BPIH," jelasnya.
Hak tersebut, tegas Ali, termasuk daftar CJH yang telah menyatakan menunda keberangkatan dan yang meninggal dunia. Artinya, 700-an untuk sementara waktu dianggap tidak bisa berangkat menuju Tanah Suci tahun depan. [beritajatim]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2U4zS8x
No comments:
Post a Comment