Pages

Saturday, December 22, 2018

Masyarakat Pesisir Selatan Jatim Berhati-hati

INILAHCOM, Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jatim memastikan hingga detik ini belum ada dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda terhadap wilayah pantai di Jawa Timur, khususnya di kawasan Jatim selatan.

"Kami sudah pantau dan belum ada laporan akan terjadi tsunami dari BPBD-BPBD daerah. Meski begitu, Pak Gubernur Jatim sudah mengirim surat sejak 15 Oktober 2018 kepada bupati/walikota dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama wilayah pesisir selatan Jatim," kata Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, dikonfirmasi beritajatim.com, Minggu (23/12/2018).

Pihaknya meminta masyarakat Jatim tidak panik dan tidak terpancing berita-berita hoaks. "Kami pastikan Jatim masih aman hingga saat ini. Kami saat ini masih turun di lapangan untuk mengatasi banjir di Jember dan Lumajang. Kami minta masyarakat untuk sementara menghindari wisata wilayah pantai," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, dampak tsunami yang menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya di daerah Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang terus bertambah.

Hingga pukul 07.00 WIB, Minggu (23/12/2018), data sementara jumlah korban tercatat 40 orang meninggal dunia, 584 orang luka-luka, dan 2 orang hilang.

"Kerugian fisik meliputi 430 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, 10 kapal rusak berat dan puluhan rusak," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Minggu (23/12/2018).

Dia mengatakan, jumlah pengungsi masih dalam pendataan. Pandeglang adalah daerah yang paling parah terdampak tsunami. Di Kabupaten Pandeglang tercatat 33 orang meninggal dunia, 491 orang luka-luka, 400 unit rumah rusak berat, 9 hotel rusak berat, dan 10 kapal rusak berat.

Daerah yang terdampak adalah pemukiman dan kawasan wisata di sepanjang Pantai seperti Pantai Tanjung Lesung, Sumur, Teluk Lada, Penimbang dan Carita. "Saat kejadian banyak wisatawan berkunjung di pantai sepanjang Pandeglang," katanya.

Sutopo menambahkan, di Lampung Selatan, 7 orang meninggal dunia, 89 orang luka-luka dan 30 unit rumah rusak berat. Sedangkan di Serang tercatat 3 orang meninggal dunia, 4 orang luka-luka dan 2 orang hilang.

"Pendataan masih dilakukan. Kemungkinan data korban dan kerusakan akan bertambah," tuturnya. [beritajatim]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2BzgQia

No comments:

Post a Comment