Pages

Tuesday, December 11, 2018

Mengaku Intel TNI, Bambang Diamankan Polisi

INILAHCOM, Malang - Seorang pria yang mengaku anggota intelijen berpangkat Kapten, berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Dampit, Selasa (11/12/2018).

Pelaku atas nama Bambang Edi Prayitno (43), warga Lingkungan Genengsari VIII, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen, Pasuruan, dibekuk petugas atas laporan warga Dampit. Dari hasil pemeriksaan, tersangka hanyalah seorang penipu yang mengaku intelijen.

Bambang diringkus petugas di rumah mertuanya di Jalan Sumber Kembar, Kelurahan Dampit atas laporan korbab yang bernama Puji Astutik (41), warga setempat.

Korban diketahui masih saudaranya ini, mengadu kalau dirinya diancam oleh tersangka dengan menggunakan senjata air softgun dan pisau. Permasalahannya hanya karena korban menegur tersangka kenapa tidak menyapa.

"Korban hanya menegur, kenapa tidak menyapa saat melintas di depannya. Tetapi tersangka malah marah dan mengancamnya," jelas Kanitreskrim Polsek Dampit, Iptu Soleh Mashudi.

Merasa terancam, korban yang tidak terima lantas mengadukan ke Polsek Dampit. Berdasarkan pengaduan itu, polisi langsung menindaklanjuti dengan menyelidiki. Begitu Bambang diketahui di rumahnya, polisi langsung menangkapnya.

Begitu diamankan, ternyata diketahui bahwa Bambang adalah Intelijen gadungan. Ini dibuktikan dengan kartu Intelijen palsu, KTA TNI AD palsu, sebuah topi TNI AD, juga sebilah senjata tajam dan senjata air softgun.

"Pengakuannya dia mendapatkan barang-barang itu dari membeli. Kami masih terus mendalami dan mengembangkan kasusnya," tegas mantan Kasubag Humas Polres Malang.

Soleh menambahkan, bahwa dugaan ada korban lain dari tersangka. Pasalnya selama ini, tersangka sering diminta orang untuk menagih hutang, dengan bekal identitas Intelijen gadungan yang dimilikinya.

"Dari pihak Koramil Dampit dan Kodim 0818 Kabupaten Malang, sudah datang memeriksa tersangka. Kemungkinan memang ada korban lain yang terus kami dalami," paparnya.

Sementara itu, tersangka Bambang mengaku kalau dirinya menjadi anggota Intelijen gadungan, untuk gagah-gagahan saja. Ia menyembunyikan jati dirinya supaya disegani oleh orang. "Senjata air softgun itu hanya untuk menakut-nakuti saja. Tidak pernah untuk kejahatan lainnya," kata Bambang.[beritajatim]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2zSlpnM

No comments:

Post a Comment