
INILAHCOM, Jakarta - Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto selesai menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait dugaan pengaturan skor. Gatot mengaku dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik.
"Tadi saya sudah memenuhi panggilan dari Bareskrim, khususnya karena di Bareskrim kan ada tim atau satgas yang ditugaskan dan baru saja dibentuk untuk menuntaskan masalah pengaturan skor yang selama ini sangat mengganggu, meresahkan sehingga mengakibatkan di antaranya prestasi sepakbola Indonesia itu jarang membaik," kata Gatot di Bareskrim Polri, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/12/2018).
"Kemudian, materinya mulai dari yang sifatnya umum tentang tupoksinya Sesmen, lalu kedua adalah kaitannya bergulirnya sebuah kompetisi, kemudian kaitannya juga dengan BOPI, kemudian yang terakhir bagaimana komitmen Kemenpora tentang masalah penuntasan pengaturan skor ini," imbuh Gatot.
Gatot memastikan Kemenpora mendukung penuh langkah Satgas Anti Mafia Bola yang dibentuk Polri untuk mengusut dugaan pengaturan skor. Gatot juga mengaku membawa sejumlah berkas untuk diperlihatkan ke penyidik.
"Berkasnya peraturan perundang-undangan sama tentang referensi umum. Kami sampaikan juga pada tanggal tertentu di 2015, pada saat Tim Sembilan masih bekerja, kami telah memanggil seorang runner yang kami asumsikan bisa jadi whistleblower. Tapi faktanya yang bersangkutan tidak menjadi whistleblower. Ini kami serahkan satu copy-nya kepada penyidik," tutur Gatot.
"Kami sampaikan bahwa Kemenpora bersama Satgas Bareskrim ini, fully, sepenuhnya mendukung agar masalah ini tuntas," sambung dia.
Gatot kemudian membeberkan dua dari 25 pertanyaan yang diajukan penyidik. Salah satu yang ditanya adalah soal tau atau tidaknya adanya sebuah pertandingan yang diatur.
"Dua pertanyaan yang terkait dengan 'apakah saudara mengetahui ada suatu pertandingan yang berlangsung pada tanggal x, antara kesebelasan ini dan kesebelasan ini. Dan tanggal y, ini melawan ini'. Saya katakan kami tidak memonitor secara khusus karena yang sifatnya teknis itu di luar kewenangan kami (Kemenpora)," ujar Gatot.
Gatot juga menyampaikan bahwa dirinya sempat ada yang menghubungi seorang Runner. Dia pun memberitahu kepada penyidik Runner yang hendak menemuinya itu.
"Sempat disampaikan tapi tidak diformatkan dalam bentun BAP-nya. Itu saya sampaikan ke penyidik," ucap Gatot. [ton]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2VdWELs
No comments:
Post a Comment