Pages

Friday, December 14, 2018

Politik Identitas Dinilai Timbulkan Ketidakpastian

INILAHCOM, Jakarta - Konsultan Politik dan Komunikasi Dimas Oky Nugroho menilai politik identitas yang terjadi di Indonesia melalui teknologi informasi sangat mengganggu dan menimbulkan kecemasan sebagaimana kekhawatiran dari efek negatif era revolusi industri 4.0.

"Adanya perbedaan politik, tapi ada juga perbedaan yang sangat mengganggu yang namanya adalah kemunculan politik identitas," kata Dimas, Sabtu (15/12/2018).

Menurut dia, politik identitas ini melalui teknologi telekomunikasi seperti media sosial sehingga terjadi perdebatan terbuka yang cukup sengit dijagat maya meskipun mereka anonimus.

"Tapi sangat mengganggu, mampu membangun sebuah keraguraguan, ketakutan-ketakutan, kekhawatiran dan seterusnya," ujarnya.

Memang, Dimas menyebut politik identitas ini juga terjadi di beberapa negara hingga memunculkan kelompok kanan atau konservatif yang cukup kuat. Misalnya, Amerika Serikat, Eropa dan Indonesia.

"Jika melihat berbagai jurnal di AS saat ini, baik itu tentang political science, sosiologi maupun antropologi selalu bicara tentang pertarungan kelompok konservatif dengan kelompok liberal. Kalau di Indonesia mirip cebong versus kampret," jelas dia.

Namun, kata Dimas, Indonesia tidak mempunyai cukup banyak kajian soal kekhawatiran atas era 4.0 sehingga menjadi tantangan bagi kampus atau akademisi di tanah air bagaimana harus merespons soal disruption era 4.0 ini.

"Ini tantangan tersendiri di mana ada politik identitas, ada kemunculan partisipasi anak-anak muda milenial yang jumlah pemilihnya nyaris setengah dari total pemilih," tandasnya. [rok]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping https://ift.tt/2BoBYav

No comments:

Post a Comment