Pages

Friday, January 4, 2019

DPRD Soroti Terminal Mangkrak di Surabaya

INILAHCOM, Surabaya - Komisi C DPRD Surabaya menyoroti banyaknya terminal mangkrak di Kota Surabaya, Jawa Timur. Padahal, biaya operasional yang dikeluarkan untuk terminal mangkrak terus mengalir termasuk APBD 2019.

Bahkan, anggaran yang dikucurkan tidak sedikit jumlahnya karena untuk operasional satu tahun saja 14 terminal mencapai Rp 27 miliar. Namun, lima terminal sekarang dalam kondisi tidak maksimal dan mangkrak.

Salah satunyaTerminal Kedung Cowek. Saat didatangi anggota Komisi C DPRD Surabaya Camelia Habibah kondisinya mangkrak.

"Tahun ini, untuk anggaran operasional terminal dialokasikan sebesar Rp 27 miliar. Itu untuk 14 lokasi terminal. Termasuk untuk Terminal Kedung Cowek ini. Kalau seperti ini anggarannya kan muspro, sia-sia," katanya.

Untuk itu, komisi yang membidangi pembangunan ini meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk mengambil langkah solutif menangani gedung-gedung terminal mangkrak tersebut.

"Kondisi terminal benar-benar sepi dan tidak ada satu angkutan pun yang berhenti mencari penumpang di terminal ini. Para sopir angkot jurusan R2 lebih memilih untuk mengangkut penumpang dari luar terminal dan sekitarnya yang jauh dari Terminal Kedung Cowek," ujarnya.

Dengan begitu, Camelia mengaku prihatin melihat kondisi Terminal Kedung Cowek terbengkalai dan mangkrak. Seharusnya, Terminal Kedung Cowek ini dibangun lebih dekat dengan pasar, dan dibuat terlalu menjorok ke dalam.

Sedangkan, kondisi terminal ini selain menjorok ke dalam juga hanya difungsikan untuk satu jenis angkutan saja.

"Saat hearing sering saya sampaikan, ini adalah satu produk gagalnya Pemkot Surabaya. Gagal fokus, karena Pemkot Surabaya tidak fokus, dan pembangunan terminal ini salah posisi, salah penempatan. Ini mengapa harus ada kajian sosial kalau mau bangun apa-apa," jelas dia.

Oleh karena itu, Camelia mengatakan Komisi C berniat untuk memanggil Bappeko untuk membicarakan terminal-terminal yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya tersebut. Sebab, Bappeko adalah perencana semua pembangunan di Kota Surabaya, namun saat direalisasikan tidak tepat guna, maka tetap harus ada solusi.

"Kalau saya mengusulkan, misalnya perpanjang trayek angkutan, termasuk yang dari Bulak Banteng juga diperpanjang saja sampai sini. Sehingga orang yang naik bus dari Suramadu bisa berganti angkutan di Terminal Kedung Cowek. Atau yang kedua adalah ada petugas yang berjaga di depan untuk mengarahkan angkutan masuk ke dalam terminal," katanya.

Selain itu, Habibah juga mengusulkan agar ada pengadaan Bus Suroboyo mini yang kursinya tidak lebih dari 20 seat. Karena, saat ini Bus Suroboyo ukurannya terlalu besar dan tidak bisa masuk ke wilayah Surabaya Utara.[beritajatim]

Let's block ads! (Why?)

from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2AulJJs

No comments:

Post a Comment