
INILAHCOM, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menagih janji Presiden Jokowi terkait bantuan pembangunan rumah pasca gempa yang mengguncang wilayah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Fahri menyampaikan sudah enam bulan sejak Jokowi berkunjung ke NTB, janji tersebut hingga kini belum terealisasi.
Saya tadi memimpin rapat #TimwasBencanaDPR dan mengevaluasi penanganan korban di NTB, Sulteng, Banten dan Lampung. Maka saya, khususnya sebagai wakil rakyat NTB ingin menyampaikan.
PAK PRESIDEN, SUDAH 6 BULAN, KORBAN GEMPA ITU BELUM MENDAPATKAN RUMAH YANG BAPAK JANJIKAN.
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) January 23, 2019
Fahri yang merupakan anggota DPR daerah pemilihan NTB itu, mengatakan, pasca gempa terjadi pada 29 Juli 2018, keesokan harinya, Presiden langsung mengunjungi korban dan menjanjikan 50 juta untuk setiap korban yang rumahnya rusak berat.
Informasi terakhir yang dihimpun Fahri, hingga 22 Januari 2019, dari 216.519 rumah rusak, baru 4.429 rumah tahan gempa yang mulai dikerjakan. Itu setara lanjutnya dengan 2,05% dari total rumah warga yang rusak. "Bayangkan, yang 98% tinggal di mana?" ujarnya.
Data ini sangat mengecewakan. Pak presiden ingat, Sudah 178 hari atau hampir 6 bulan lebih telah berlalu sejak gempa pertama. Baru 2,05% rumah yang dikerjakan; adapun rumah yang sudah selesai pengerjaannya baru 191 unit atau setara 0,08% dari total rumah rusak. #TimwasBencanaDPR
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) January 23, 2019
"Saya ingat, dulu, pembangunan rumah bagi korban gempa dijanjikan akan kelar dalam 6 bulan. Kini, 6 bulannya sudah mau selesai. Rumah yang selesai dibangun belum mencapai 1%," tambahnya.
Meski bantuan dari pemerintah belum rampung, namun Fahri menyampaikan terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah mengirimkan bantuan ke NTB. "Bangsa kita beruntung, masih memiliki solidaritas sosial yang kuat; ribuan relawan datang, ratusan milyar dana mereka sumbangkan. Solidaritas sosial itulah yang menjadi penopang bagi korban gempa hingga mendapatkan banyak bantuan rumah tumbuh atau huntara," ujarnya.
Apa sebenarnya masalah penanganan korban ini? Padahal BNPB mengaku telah mentransfer dana 3,515 Triliun; dimana 156 ribu warga sudah menerima bantuan itu senilai 3,425 triliun, sebagian sisanya masih tertahan.#TimwasBencanaDPR
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) January 23, 2019
Setelah lima bulan lebih penanganan korban di NTB, saya harus katakan, penanganan bencana di NTB berbelit-belit; bahkan untuk pembangunan rumah tahan gempa, prosedurnya saya nilai lebih rumit dari membangun rumah murah (subsidi). #TimwasBencanaDPR
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) January 23, 2019
Fahri mengaku dirinya banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait dengan rumitnya proses pembangunan hunian tetap di NTB. Keluhan juga datang dari aparatur pemerintah daerah, dari kelompok masyarakat, dan asosiasi kepala desa.
Saya berharap Pak Jokowi memperhatikan soal prosedur dan juknis pembangunan rumah ini, agar warga korban gempa bisa mendapatkan rumahnya lebih cepat. Percayalah kepada rakyat. Percayalah pada Pemda. #TimwasBencanaDPR
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) January 23, 2019
Semoga, catatan ini menjadi perhatian, sebab doa rakyat kita yang hidup di bawah tenda di tengah derasnya hujan dan sungguh terdengar. Marilah kita takut dengan perbuatan zalim negara yang mungkin tidak disengaja. Tetapi tetaplah ia kezaliman. Tks. #TimwasBencanaDPR
— #2019AwalPerubahan (@Fahrihamzah) January 23, 2019
[fad]
from Inilah.com - Terkini kalo berita nya ga lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Duxj9j
No comments:
Post a Comment